Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jenazah 200 Kilogram Dimakamkan, Damkar Solo Turun Tangan

Antonius Christian • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:25 WIB
TAK LAZIM: Petugas Damkar Kota Solo bekerja keras untuk memakamkan jenazah Rusminingsih yang berbobot 2 kwintal.
TAK LAZIM: Petugas Damkar Kota Solo bekerja keras untuk memakamkan jenazah Rusminingsih yang berbobot 2 kwintal.

RADARSOLO.COM — Proses pemakaman seorang warga Kampung Bergolo, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, berlangsung tidak biasa. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo menerjunkan 12 personel untuk membantu prosesi pemakaman jenazah Rusminingsih (43), Senin (5/1/2026) siang.

Bantuan Damkar dibutuhkan lantaran bobot jenazah almarhumah mencapai sekitar 200 kilogram. Selain mengerahkan personel, Damkar juga membawa sejumlah peralatan khusus guna mempermudah proses pemindahan hingga penurunan jenazah ke liang lahat.

Jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Danyung, Sukoharjo, sekitar pukul 13.00 WIB. Dari pantauan di lokasi, petugas Damkar dibantu delapan personel Linmas Kelurahan Serengan bahu-membahu menurunkan jenazah dari mobil ambulans menuju area pemakaman.

Proses pemakaman tidak berjalan mudah. Petugas harus melewati jembatan kecil karena akses dari jalan utama menuju liang lahat terhalang aliran air selebar kurang lebih 1,5 meter. Meski menghadapi kendala tersebut, seluruh rangkaian pemakaman tetap berlangsung lancar dan aman.

Komandan Regu Damkar Kota Solo Matias Andri, menjelaskan, permintaan bantuan datang langsung dari pihak keluarga almarhumah.

Setelah menerima laporan, petugas melakukan pengecekan ke rumah duka serta lokasi pemakaman.

“Pihak keluarga melaporkan ke pos jaga kami. Setelah itu kami tindak lanjuti dengan pengecekan rumah duka dan lokasi pemakaman,” ujar Andri di sela kegiatan.

Dalam proses pemakaman, petugas menggunakan peralatan khusus seperti tripod, tali, serta basket atau tandu penyelamatan yang biasa digunakan untuk penanganan medan vertikal. Peralatan tersebut digunakan untuk menurunkan jenazah ke dalam liang lahat.

“Kami menerjunkan 12 personel penyelamatan dengan sistem penurunan. Jenazah menggunakan basket karena tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam peti, mengingat berat badan almarhumah sekitar 200 kilogram,” jelasnya.

Menurut Andri, kendala utama berada pada akses lokasi makam yang cukup jauh dari jalur utama TPU. Namun seluruh tahapan dapat diatasi dengan baik.

“Alhamdulillah, dari rumah duka sampai ke pemakaman semuanya masih terjangkau dan berjalan lancar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, permintaan bantuan pemakaman dengan bobot jenazah di atas rata-rata ini merupakan kali kedua ditangani Damkar Kota Solo. Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Banyuanyar dengan metode penanganan yang sama.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Harjanto menyebut almarhumah sebelumnya diketahui memiliki riwayat sejumlah penyakit, salah satunya gangguan jantung.

“Memang ada riwayat sakit jantung. Kemarin juga sempat beberapa hari bakar-bakar makanan saat tahun baru, mungkin itu berpengaruh. Selain itu almarhumah tidur di lantai,” ungkapnya.

 Baca Juga: Tendang Wajah Lawan, Pemain KAFI FC Disanksi Dilarang Main Sepak Bola Seumur Hidup: Liga 4 DIY Disorot Publik

Harjanto menuturkan, peristiwa meninggalnya almarhumah terjadi pada Minggu (4/1/2026). Saat itu warga mendengar teriakan anak almarhumah dari lantai dua rumah.

“Warga berdatangan karena ada teriakan. Ternyata almarhumah sudah pingsan di lantai dua. Warga kemudian berinisiatif memanggil ambulans dan Linmas untuk menurunkan ke bawah,” jelasnya.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Kustati. Namun setibanya di rumah sakit, petugas medis menyatakan almarhumah telah meninggal dunia.

“Warga sebenarnya sudah curiga almarhumah meninggal, tapi tidak berani memastikan. Setelah dicek dokter di rumah sakit, dinyatakan sudah meninggal,” pungkas Harjanto. (atn/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#viral #tipes #damkar #pemakaman