RADARSOLO.COM — Manajemen Max Auto bersama Maxride melakukan audiensi dengan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pemangku kepentingan pariwisata di Kota Solo, Kamis (8/1/2026).
Hal ini sebagai tindak lanjut dukungan terhadap pengembangan pariwisata berbasis kampung wisata, khususnya kawasan batik dan budaya yang memiliki karakter jalan sempit dan kawasan heritage.
Audiensi tersebut melibatkan Pengurus Kampung Wisata Batik Kauman Solo, Koperasi Syarikat Dagang Kauman, Pokdarwis Kota Surakarta, serta Governansi Nusantara Emas. Dalam pertemuan ini, Max Auto dan Maxride menyerap berbagai masukan terkait kebutuhan aksesibilitas wisatawan, kenyamanan perjalanan, serta solusi transportasi yang sesuai dengan kondisi kampung wisata di Kota Solo.
Senior Marketing Manager Bajaj Maxride Adhika Yosmik menegaskan, kehadiran Bajaj RE di Kota Solo bukan sekadar sebagai moda transportasi wisata, melainkan solusi akses bagi desa wisata.
“Dengan ukuran yang ringkas, Bajaj RE mampu menjangkau gang-gang sempit di kampung wisata yang sulit dilalui kendaraan besar. Wisatawan bisa diantar langsung ke sentra batik, rumah produksi, maupun titik wisata di dalam kampung,” jelasnya.
Menurutnya, kemudahan tersebut menjadi nilai tambah, terutama bagi wisatawan lanjut usia, keluarga, maupun pengunjung yang ingin menikmati kampung wisata tanpa harus berjalan jauh dari jalan utama.
"Kemudahan akses wisata juga diperkuat dengan sistem pemesanan melalui aplikasi Maxride. Wisatawan dapat memesan layanan Bajaj RE secara langsung, menentukan titik penjemputan dan tujuan desa wisata dengan lebih jelas dan terencana. Sistem ini dinilai mempermudah wisatawan lokal maupun luar kota yang baru pertama kali berkunjung ke Solo," jelasnya.
Selain transportasi, Maxride juga berkomitmen mendukung pengembangan desa wisata melalui berbagai program kolaborasi, seperti pelatihan konten media sosial dan digital marketing, penyediaan titik penjemputan resmi di desa wisata, promosi bersama media massa, hingga pemberian voucher potongan harga perjalanan dari dan ke desa wisata.
Kolaborasi konten digital melalui akun resmi @Maxridejateng dan @BajajREIndonesia serta dukungan key opinion leader diharapkan mampu memperluas eksposur kampung wisata Kota Solo.
Ketua Pokdarwis Kota Solo Mintorogo mengapresiasi inisiatif Maxride yang dinilai sejalan dengan kebutuhan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Dia berharap program kolaborasi tersebut dapat segera direalisasikan agar memberi dampak langsung bagi pelaku wisata dan warga kampung.
“Kolaborasi ini kami harapkan bisa segera berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi desa wisata di Solo,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Pengurus Kampung Wisata Batik Kauman Solo, Gunawan Setiawan, yang berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan daya saing Kampung Wisata Batik Kauman agar mampu menjadi destinasi unggulan tingkat nasional.
"Sehingga ramenya itu tidak hanya pas momen liburan saja, tapi juga kalau bisa setiap hari. Dengan adanya kemudahan transportasi, saya kira akan membuat wisatawan datang," ujarnya.
Dari sisi keberlanjutan program, Ketua Koperasi Syarikat Dagang Kauman, Muh Yuli menyatakan, pihaknya akan mencoba menyelaraskan kerja sama ini dengan program koperasi.
"Salah satunya melalui pengkajian penjualan unit Bajaj Maxride dengan skema kredit syariah agar kerja sama dapat berlangsung jangka panjang dan berkesinambungan," tuturnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy