RADARSOLO.COM – Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi terus digenjot oleh Pemkot Solo bersama berbagai pihak. Saat ini berbagai public space dibangun di Solo. Banyak ruang “pojok baca” yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemkot Solo belakangan ini memang rutin meluncurkan berbagai program perpustakaan yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Mulai dari perpustakaan keliling yang ada di pusat perbelanjaan, kemudian ada juga program sejenis di Monumen Pers Surakarta.
Baru ini kolaborasi dengan Bank Indonesia juga dibuat untuk meningkatkan literasi masyarakat di Solo.
“Solo Center Of Knowledge merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam peningkatan literasi. Di mana kami penyediaan perpustakaan yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat,” ucap Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Kamis (8/1).
Astrid menegaskan fasilitas perpustakaan dan sejenisnya sudah banyak tersebar di berbagai sudut kota.
Bukan hanya fasilitas milik pemerintah, namun juga pojok-pojok baca milik mitra swasta yang sudah bekerjasama dan sinergi dengan pemerintah banyak dibangun.
“Mari kita tingkatkan budaya gemar membaca, karena pojok baca sudah ada di mana-mana. Di berbagai public space juga disediakan (internet) untuk masyarakat bisa mengakses berbagai informasi apapun. Bahkan dari sisi perpustakaan, kami juga sudah lengkap. Bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga dari mitra-mitra pemerintah,” kata wawali.
Peningkatan kualitas SDM juga menjadi isu strategis yang menjadi fokus pemkot tahun ini. Peningkatan literasi akan berpengaruh pada kualitas SDM, dan tentunya juga berpengaruh pada isu ketenagakerjaan, tingkat kemiskinan, dan lain sebagainya.
“Jadi pendidikan tetap jadi kunci utama untuk pembangunan SDM unggul di Kota Solo,” tegas Wali Kota Solo Respati Ardi, dalam kesempatan berbeda. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy