RADARSOLO.COM–Tingginya intensitas dan durasi hujan di Kota Solo dalam beberapa waktu terakhir menyingkap persoalan klasik: sumbatan sampah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo mencatat sejumlah titik yang telah diperbaiki infrastrukturnya masih tergenang air akibat tumpukan sampah yang menghambat aliran drainase.
Kegagalan fungsi drainase ini ditemukan di beberapa proyek strategis yang sejatinya baru saja diperlebar dan diperdalam ukurannya.
Sampah Botol hingga Plastik di Titik Strategis
Kepala DPUPR Kota Solo Nur Basuki mengungkapkan, pihaknya cukup kewalahan menangani laporan genangan di lokasi-lokasi yang seharusnya sudah bebas banjir.
Hasil investigasi tim di lapangan menunjukkan mayoritas masalah bukan pada kapasitas pipa, melainkan hambatan fisik berupa sampah.
Area Joglo: Genangan sempat muncul di sekitar Kolam Retensi Joglo. Setelah diperiksa, ditemukan tumpukan sampah yang menyumbat saluran utama.
Kampung Sambi: Kawasan ini sempat terendam banjir karena embung setempat dipenuhi berbagai jenis sampah, mulai dari daun kering, botol minuman, hingga kantong plastik.
Kawasan Manahan: Meskipun telah dipasang drainase berukuran lebar satu meter, genangan tetap muncul.
"Kemarin saya sogok pakai galah (genter) sepanjang enam meter masih belum lancar. Senin (12/1) ini petugas akan turun masuk ke dalam saluran untuk pembersihan manual," tegas Nur Basuki, Minggu (11/1).
SOP Siaga: Pintu Air dan Patroli 30 Menit
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, DPUPR telah menginstruksikan pengecekan rutin di seluruh pintu air, terutama yang bersentuhan langsung dengan aliran Sungai Bengawan Solo.
Baca Juga: TKA Jenjang SD Dan SMP Dimulai April 2026, Disdik Solo Matangkan Persiapan Sarana Koputer
Pengawasan pintu air dilakukan tanpa melihat kondisi hujan di kota, melainkan memantau kenaikan debit sungai dari hulu agar tidak terjadi keterlambatan pembukaan pintu air.
Sejalan dengan itu, BPBD Kota Solo juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kepala BPBD Solo Niko Agus Putranto menjelaskan, standar operasional kini semakin diperketat.
"Jika hujan turun selama 30 menit dan tidak menunjukkan tanda-tanda reda, TRC langsung bergerak menyisir lokasi rawan banjir dan genangan. Semua personel dan peralatan penanganan pohon tumbang hingga evakuasi banjir dalam posisi siaga penuh," urai Niko.
Imbauan bagi Warga
Pemkot Solo meminta masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga.
Drainase secanggih apa pun tidak akan berfungsi optimal jika dijadikan tempat pembuangan sampah. Ketertiban warga menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun dengan dana besar tidak menjadi mubazir saat musim penghujan tiba. (ves)
Editor : Tri wahyu Cahyono