RADARSOLO.COM-Komisi III DPRD Kota Solo menemukan sejumlah catatan teknis dalam peninjauan kolam retensi Underpass Joglo, Senin (12/1/2026).
Temuan tersebut menjadi perhatian serius dewan agar fungsi infrastruktur pengendali banjir ini benar-benar optimal dan mampu menjawab persoalan banjir tahunan di kawasan Joglo, Sambirejo, dan sekitarnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Solo Taufiqurrahman mengatakan, secara umum kolam retensi sudah dapat difungsikan.
Namun, mereka mencatat masih ada beberapa pekerjaan yang belum sepenuhnya tuntas, terutama pada sistem saluran masuk air.
“Fungsi utamanya sudah berjalan dan tadi juga kita uji coba. Tetapi memang belum 100 persen selesai. Ada beberapa saluran antrean masuk air yang perlu segera disempurnakan,” ujar Taufiq.
Menurutnya, temuan tersebut bukan persoalan besar, tetapi sangat krusial jika tidak segera ditangani.
Saluran masuk air menjadi faktor penentu lancarnya aliran air dari permukiman menuju kolam retensi, khususnya saat curah hujan tinggi.
“Kalau saluran masuknya tidak maksimal, air bisa tertahan di hulu. Ini yang harus kita antisipasi sejak awal,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi III menerima laporan dari pihak kelurahan terkait sedikitnya tiga titik saluran yang membutuhkan perbaikan.
DPRD Kota Solo kemudian mencocokkan laporan itu dengan kondisi di lapangan.
“Tadi kita lihat langsung, memang ada beberapa titik yang perlu ditindaklanjuti. Ini menjadi catatan penting bagi dinas terkait,” kata Taufiq.
Meski masih ada temuan teknis, Taufiq memastikan sistem utama kolam retensi telah berfungsi sesuai desain.
Kolam tersebut dilengkapi pompa otomatis yang akan aktif ketika ketinggian air mencapai 1,5 meter.
“Begitu mencapai batas itu, pompa otomatis langsung bekerja dan membuang air ke Sungai Nayu. Jalurnya ada beberapa, mulai dari saluran pertama hingga keempat, semuanya terhubung langsung,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, Taufiq menilai potensi banjir di wilayah Sambirejo dan Joglo dapat ditekan secara signifikan, selama seluruh catatan teknis segera diselesaikan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo Y.F Sukasno menegaskan, temuan ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pelaksana proyek.
Ia menekankan, keberadaan kolam retensi ini menyangkut langsung keselamatan dan kenyamanan warga.
“Warga Sambirejo sudah bertahun-tahun merasakan dampak banjir, bahkan sampai air masuk ke rumah. Jangan sampai karena persoalan teknis yang seharusnya bisa diselesaikan, manfaat kolam ini tidak maksimal,” ujarnya.
Sukasno menekankan, DPRD tidak hanya datang untuk melihat progres fisik, tetapi memastikan infrastruktur tersebut benar-benar siap digunakan dalam kondisi terburuk, yakni saat hujan deras berkepanjangan.
“Kita ingin kolam ini tidak hanya terlihat bagus, tapi betul-betul bekerja saat dibutuhkan,” katanya.
Hal senada disampaikan Salim, anggota Komisi III DPRD Kota Solo.
Ia menyebut secara kapasitas, kolam retensi dan sistem pompa sudah cukup memadai.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kelancaran saluran penghubung dari lingkungan warga.
“Pompa otomatis ini mampu mengalirkan air sekitar 300 liter per detik ke Sungai Nayu. Perputaran airnya cepat. Tinggal memastikan seluruh saluran masuk air berfungsi optimal,” jelas Salim.
Baca Juga: Registrasi Akun Siswa Portal SNPMB 2026 Resmi Dibuka 12 Januari, Ini Panduan Lengkapnya
Ditambahkan, temuan dewan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengawasan agar proyek infrastruktur yang menelan anggaran besar benar-benar memberi manfaat nyata.
“Kolam retensi ini harapan warga Sambirejo dan Joglo. Maka setiap temuan di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar banjir tidak lagi menjadi masalah tahunan,” pungkasnya. (atn)
Editor : Tri wahyu Cahyono