RADARSOLO.COM — Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku terkejut saat menerima Bintang Jasa Kehormatan Leit Star dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP PDIP yang digelar Sabtu–Minggu (10–11/1/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitasnya selama puluhan tahun berproses di partai berlambang banteng moncong putih itu.
Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan penghargaan tersebut sama sekali tidak pernah ia duga. Bahkan, ia baru dihubungi panitia beberapa jam sebelum acara berlangsung.
“Saya kira-kira ya karena sosialitas dan soliditas di partai yang jadi pertimbangan. Saya selalu taat dan patuh pada ketua umum, tidak pernah ke partai lain," tutur Rudy saat ditemui, Senin (12/1).
"Saya kaget dapat penghargaan itu, terakhir dihubungi jam 11, cuma diminta membacakan dedication of life,” sambungnya.
Dia mengungkapkan, tidak ada persiapan khusus untuk menerima penghargaan tersebut. Rudy datang ke Rakernas tepat pada hari pelaksanaan. Baginya, apa yang ia jalani selama ini adalah bentuk pengabdian yang berakar dari ajaran Bung Karno.
“Persiapan tidak ada. Saya datang pas hari H. Prinsipnya hampir sama, ajaran Bung Karno yang saya terapkan, pengabdian itu mengabdi kepada Tuhan, kepada PDIP, lalu kepada bangsa dan negara,” tuturnya.
Dalam momen penyerahan penghargaan, Rudy juga sempat bersalaman langsung dengan Megawati. Dia mengaku selalu menunjukkan rasa hormatnya kepada putri Proklamator tersebut.
“Sudah, ketemu dengan ibu. Salaman, dan saya selalu cium tangan beliau,” ucapnya.
Rudy menambahkan, pesan Megawati kepadanya sangat sederhana namun tegas, yakni agar tetap semangat dan menjaga loyalitas. Tidak ada penugasan baru yang diberikan.
“Pesan Bu Mega, tetap semangat, loyalitas itu yang utama. Tidak ada tugas baru. Tugas saya tetap sama, loyal terhadap partai, loyal kepada ketua umum dan patuh kepada ketua umum,” tegasnya.
Meski kini tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, Rudy menegaskan tidak pernah memiliki ambisi jabatan, baik di legislatif maupun eksekutif.
“Biarpun jadi kader biasa, saya tidak akan pergi ke mana-mana, tetap di PDIP. Tidak masalah tidak masuk struktur," ujarnya.
"Wong waktu jadi PLT DPD PDIP Jateng juga saya tidak punya ambisi apa-apa. Saya juga tidak punya ambisi jadi anggota DPR RI, DPRD provinsi, atau eksekutif,” lanjutnya.
Menurut Rudy, tujuan utamanya adalah mengembalikan marwah partai sesuai ajaran Bung Karno, khususnya nilai-nilai marhaenisme.
“Saya hanya ingin mengembalikan marwah partai sesuai ajaran Bung Karno dengan marhaenismenya. Itu yang harus kita sampaikan kepada kader-kader PDIP,” imbuhnya.
Terkait kepemimpinan baru di PDIP Solo, Rudy memastikan sudah bertemu dengan Ketua DPC PDIP Solo yang baru, Aria Bima. Ia bahkan telah menyampaikan kesiapan membantu kapan pun dibutuhkan.
“Oh sudah ketemu, sudah mengucapkan selamat. Beliau sudah menyampaikan, dengan jabatan baru ini apa pun yang nanti beliau minta dan bisa saya bantu, akan saya bantu. Loyalitas saya terhadap partai tidak perlu diragukan lagi,” tegasnya.
Ke depan, Rudy mengaku akan lebih banyak bergerak di balik layar, khususnya untuk memperkuat basis PDIP di Jawa Tengah, terutama Kota Solo, menjelang Pemilu 2029.
“Lebih banyak di belakang layar. Agar Jawa Tengah, khususnya Kota Solo, kita berjuang mati-matian untuk 2029,” ujarnya.
Rudy juga menyinggung pesan Megawati dalam Rakernas, yang menekankan tiga hal utama, yakni kepedulian terhadap dinamika iklim global, kepedulian lingkungan tanpa melihat SARA, serta kesiapsiagaan membantu masyarakat saat terjadi bencana.
“Soal arahan 2029, biar nanti peserta Rakernas yang menjelaskan. Saya kan hanya undangan,” katanya.
Setelah tidak lagi menjabat secara struktural, aktivitas Rudy disebut tidak banyak berubah. Selain tetap mengurus program-program partai, ia juga tetap menjalani profesi lamanya dan jelas tetap dekat dengan masyarakat.
“Aktivitas sama saja. Satu, ngurus partai dan program partai. Kedua, tetap jadi tukang las dan tetap bermasyarakat,” pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy