Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sikap Hati-Hati Walikota Respati Ardi Soal Dana Hibah Keraton Solo: "Saya Harus Pertanggungjawabkan Uang Rakyat"

Silvester Kurniawan • Senin, 12 Januari 2026 | 18:52 WIB
Kawasan Kori Kamandungan Keraton Solo.
Kawasan Kori Kamandungan Keraton Solo.

RADARSOLO.COM– Walikota Solo Respati Ardi angkat bicara terkait pertemuan terbatas dengan pihak Keraton Kasunanan yang digelar, Kamis (8/1) sore lalu.

Pertemuan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta tersebut menjadi sorotan karena hanya dihadiri oleh satu pihak dari keluarga besar keraton, yakni KGPH Adipati Dipokusumo.

Absennya perwakilan dari Lembaga Dewan Adat (LDA) maupun Maha Menteri Tedjowulan memicu spekulasi terkait dinamika internal keraton yang belum sepenuhnya mencair.

Fokus pada Teknis Pengelolaan dan Pariwisata

Respati enggan menyebut pertemuan tersebut sebagai agenda luar biasa.

Menurutnya, berkoordinasi dengan tokoh budaya dan agama adalah rutinitas dalam kepemimpinannya.

Namun, ia membenarkan bahwa pertemuan sore itu membahas beberapa poin teknis yang mendesak. Yakni:

"Pembahasan fokus pada kegiatan-kegiatan yang ada di keraton. Kami ingin sinkronisasi agar agenda budaya dan pariwisata berjalan lancar," ujar Respati, Senin (12/1/2026).

Dasar Hukum Dana Hibah Jadi Prioritas

Terkait rencana penyaluran dana hibah yang bersumber dari APBD Kota Solo, Respati menegaskan bahwa Pemkot Solo akan bertindak sangat teliti.

Ia tidak ingin penyaluran dana tersebut memicu persoalan hukum atau sosial di kemudian hari akibat konflik internal Keraton Solo.

Baca Juga: Dana Desa Wunut Klaten Terjun Bebas, Pengembangan Wisata hingga THR untuk Warga Dipastikan Jalan Terus

"Soal dana hibah, kami sedang mencari dasar hukum yang tepat. Saya tidak mau uang dari rakyat ini disalurkan secara tidak tepat. Semuanya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada warga Solo," tegasnya.

Respati menambahkan, visi utama dari dana hibah adalah untuk menyentuh langsung aspek kesejahteraan.

Seperti honorarium bagi para Abdi Dalem dan pemeliharaan cagar budaya.

Sebab itu, kajian mendalam mengenai siapa yang berhak menerima dan mengelola dana tersebut menjadi sangat krusial.

"Saya akan lebih hati-hati agar masyarakat dan pihak keraton benar-benar merasakan dampak positifnya tanpa ada masalah di belakang hari," pungkas Respati. (ves)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#sikap hati-hati #pengelolaan listrik #Kepariwisataan #agenda budaya #konflik internal #Pertanggungjawaban #Respati Ardi #persoalan hukum #Keraton Solo #walikota solo #dana hibah