RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) solo menimbang kans penyelenggaraan event di Segaran Sriwedari, pasca rampungnya tahap pertama revitalisasi. Jika tidak ada kendala, dalam waktu dekat akan digelar Malam Selikuran di Segaran.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Aryo Widyandoko menjelaskan, Segaran sangat potensial sebagai venue kegiatan tahunan di Kota Bengawan.
Setelah tahap pertama revitalisasi rampung akhir 2025, disdikbud tegaskan Segaran siap digunakan masyarakat.
Seiring arahan wali kota, disbudpar sedang menimbang agar Segaran digunakan untuk kegiatan adat dan budaya.
“Kalau memungkinkan, Malam Selikuran nanti bisa dilaksanakan di Segaran,” jelas Aryo, Senin (12/1).
Sebagai catatan, revitalisasi tahap pertama digarap dengan APBD Rp 1,8 miliar. Secara kasat mata, tampilan Segaran berubah total. Jauh lebih cantik, segar, dan estetik.
Penataan menyasar Panti Pangeksi (pendapa bagian atas), Gua Swara (tempat gamelan di bawah Panti Pangeksi), hingga perluasan area kolam. Setelah ini, disbudpar ancang-ancang mengaktifkan kegiatan di Segaran seperti pada era Pakubuwana (PB) X, dengan berbagai kegiatan budaya.
“Gua Swara itu tempat menyimpan dan memainkan gamelan. Jadi tidak kelihatan dari luar, tetapi ada suara di sana. Arahannya nanti dikembalikan fungsinya seperti dulu. Kemudian yang di atasnya (Panti Pangeksi), dulu untuk kegiatan Malam Selikuran,” beber Aryo.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani sudah meninjau hasil revitalisasi Segaran. Ia berkomitmen untuk melanjutkan revitalisasi, sebab masih ada dua tahapan lanjutan yang harus dikerjakan.
Sembari menunggu dua tahapan revitalisasi dikerjakan, Astrid meminta disbudpar segera memanfaatkan Segaran untuk berbagai kegiatan masyarakat. Khususnya dalam upaya nguri-uri seni dan budaya.
“Setelah Segaran Sriwedari direvitalisasi, pemkot berkomitmen memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan masyarakat. Kami ingin aset-aset yang ada di Solo ini bisa dimanfaatkan. Mudah-mudahan bisa dikembalikan fungsinya seperti zaman dulu, ketika Segaran menjadi bagian dari aset kota yang mempercantik secara estetik,” harap Astrid. (ves/fer)
Editor : Niko auglandy