Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Redam Gejolak, Wali Kota Solo Respati Tunda Penataan Yos Sudarso hingga Pascalebaran 2026

Silvester Kurniawan • Rabu, 14 Januari 2026 | 16:59 WIB
Kawasan Nonongan Jalan Yos Sudarso Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Kawasan Nonongan Jalan Yos Sudarso Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo memutuskan untuk tidak terburu-buru mengeksekusi proyek revitalisasi Kawasan Nonongan (Koridor Jalan Yos Sudarso segmen Simpang Nonongan – Simpang Kilat).

Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan pengerjaan fisik paling cepat baru akan dimulai setelah tengah tahun atau pascalebaran 2026 guna menghindari kekacauan lalu lintas dan gejolak sosial.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspirasi elemen masyarakat serta potensi gangguan traffic yang masif jika pembongkaran jalan dilakukan pada masa puncak aktivitas masyarakat.

Respati menegaskan bahwa pemilihan waktu di masa low season sangat krusial agar dampak konstruksi tidak melumpuhkan urat nadi ekonomi di jantung kota.

“Kemungkinan nanti ya setelah tengah tahun, setelah Lebaran saja. Karena kalau dibongkar sekarang akan mengganggu traffic. Kita lakukan di low season saja agar lebih kondusif,” terang Respati Ardi di Balai Kota Solo, Rabu (14/1).

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait perubahan karakteristik wilayah, Respati menjamin bahwa proyek senilai Rp11 miliar ini tidak akan meninggalkan aspek kesejarahan dan kebudayaan. Konsep utama penataan adalah mengintegrasikan kawasan Kauman, Nonongan, dan Gatot Subroto (Gatsu) menjadi satu kesatuan destinasi yang harmonis.

Wali kota juga menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi dua arah. Dinas terkait diinstruksikan untuk terjun langsung menemui tokoh masyarakat, perangkat kecamatan, hingga kelurahan sebelum perencanaan final disahkan. Termasuk di dalamnya adalah pengkajian mendalam soal wacana perubahan arus lalu lintas yang selama ini menjadi poin krusial bagi warga.

“Semuanya akan melalui proses yang melibatkan masyarakat. Dinas-dinas pasti akan berkomunikasi ke warga. Intinya adalah integrasi kawasan tanpa menghilangkan identitas wilayah,” tegasnya.

Proyek sepanjang 1,3 kilometer ini direncanakan akan mengubah wajah Nonongan secara signifikan. Dari total anggaran, sebesar Rp9 miliar dialokasikan untuk konstruksi fisik seperti pelebaran pedestrian, pemasangan kanopi, dan lampu jalan tematik. Sementara itu, Rp2 miliar sisanya difokuskan untuk menanam kabel utilitas ke bawah tanah agar estetika kawasan lebih rapi.

Kepala DPUPR Kota Solo Nur Basuki menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis dari Dinas Perhubungan (Dishub), terutama terkait rencana penghilangan pulau jalan dan penataan arus lalu lintas.

“Masih perencanaan awal. Kami menunggu kajian dari Dishub dulu agar penataan lalu lintasnya benar-benar matang sebelum pengerjaan dimulai,” pungkas Nur Basuki. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#yos sudarso #Low Season #dishub #pemkot solo #nonongan #revitalisasi