Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dampak Penataan Koridor Nonongan, Pengusaha Terancam Gulung Tikar, Tagih Audiensi Dengan Pemkot Solo

Alfida Nurcholisah • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:28 WIB
Ilustrasi kantong parkir di depan ruko milik pengusaha di Jalan Yos Sudarso atau Koridor Nonongan selalu ramai pengunjung tiap harinya.
Ilustrasi kantong parkir di depan ruko milik pengusaha di Jalan Yos Sudarso atau Koridor Nonongan selalu ramai pengunjung tiap harinya.

RADARSOLO.COM penataan Jalan Yos Sudarso alias Koridor Nonongan tuai pro dan kontra. Tak terkecuali dari para pelaku usaha di kawasan tersebut. Pengusaha khawatir usaha mereka sepi hingga gulung tikar usai penataan. Inilah yang mendasari mereka meminta audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Pengusaha salah satu grosir alat tulis di Nonongan Ninik mengaku, banyak yang keberatan dengan rencana penataan. Menurutnya, Jalan Yos Sudarso buituh akses untuk kendaraan besar saat distribusi barang.

“Nonongan itu pusat perdagangan grosir. Banyak yang perlu dikaji ulang kalau nanti jadi satu arah. Kami khawatir seperti di Ketandan dan Jalan Slamet Riyadi. Saat akses parkir terbatas, pembeli enggan memutar. Sehingga banyak usaha gulung tikar,” keluh Ninik, Rabu (14/1).

Diakui Ninik, kantong parkir sangat krusial bagi pengusaha di Nonongan. Berkaca aturan parkir paralel, yang diklaim menyulitkan pembeli dan suplier saat menurunkan barang.

“Kami pernah alami masa sulit saat parkir paralel. Pembeli susah saat drop barang. Karena ini grosiran, akses keluar-masuk mobil besar sangat penting,” imbuhnya.

Ninik juga menyayangkan minimnya komunikasi dan sosialisasi dari pemkot. Info yang didapat, para pengusaha baru tahu rencana penataan dari media.

“Belum ada urun rembug dengan Nonongan. Infonya, justru diskusi dilakukan dengan Kampung Batik. Harapannya ada audiensi dengan Nonongan,” ujarnya.

Setali tiga uang, Andri Hakim, owner toko Sista Fency juga mengeluhkan rencana penataan Nonongan. Terutama parkir dan drainase yang belum optimal. Saat hujan dengan intensitas tinggi, kawasan sekitar kerap terendam air.

“Kalau mau ada penataan seperti kabel tanam, drainase juga diperhatikan. Di sini sering banjir kalau hujan deras. Ini juga perlu kajian,” tambahnya.

Pengusaha lainnya, Triana Agustina sebut penataan Nonongan kurang pas. Karena kawasan sekitar pusat bisnis, bukan wisata.

“Orang ke Nonongan itu tujuannya bisnis. Kalau dijadikan objek wisata dan mengganggu produktivitas, kami jujur keberatan,” tegasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#koridor yos sudarso solo #penataan koridor nonongan #pengusaha nonongan tolak penataan