RADARSOLO.COM – Work from anywhere (WFA) yang dijajal pada Rabu (14/1) kemarin diakui menambah pengeluaran ASN atau pegawai pemerintah yang ditunjuk untuk melakukan uji coba kebijakan tersebut.
"Suasana kerja sebetulnya tidak jauh berbeda dengan di kantor karena semuanya fokus menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing. Bedanya kalau biasanya di kantor kemarin (dia dan timnya bekerja) di tempat makan," ASN Pemkot Solo yang tak ingin disebut namanya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Terjadi di Pucangsawit, Ini Kronologinya
Di sisi lain Pemkot Solo menilai adanya pengeluaran tambahan tidak jadi masalah karena untuk nglarisi UMKM.
Meski suasananya cukup menyenangkan dan menghilangkan rasa penat karena bekerja di lokasi baru, para pegawai pemerintah mengaku harus mengeluarkan uang jajan lebih besar dari hari biasa.
Alasannya pun masuk akal, mereka tak mau hanya sekadar beli minum saja, sementara duduk berjam-jam di lokasi terkait untuk bekerja.
"Kan yo pekewuh, mosok nongkronge seko isuk ming jajan es teh. Akhirnya ya beli makan dan minum lagi jadi pengeluarannya sedikit lebih besar dari hari biasanya (saat bekerja di kantor)," tuturnya.
Sekadar informasi, Wali Kota Solo Respati Ardi melakukan monitoring saat uji coba WFA Rabu (14/1). Dia pun melihat berbagai manfaat dari kinerja ASN karena terlihat kerja sama tim jadi lebih baik. Oleh sebab itu saat pengeluaran jadi sedikit meningkat, dia tidak melihat hal itu sebagai sisi negatif. Mengingat baginya WFA ini juga membawa semangat pemberdayaan untuk UMKM yang ada di Kota Solo.
"Intinya kami akan dengarkan plus minusnya seperti apa! Nanti kami lihat hasilnya. Yang jelas semangatnya itu untuk nglarisi UMKM," kata Respati, belum lama ini. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy