Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Solo Menuju Kota Inklusif, Pemkot Solo Bakal Sediakan Day Care di Kantor agar Orang Tua Tenang Bekerja

Silvester Kurniawan • Jumat, 16 Januari 2026 | 17:11 WIB
 

Area perkantoran perlu disediakan day care agar orang tua nyaman bekerja. (M Ihsan/Radar Solo)
Area perkantoran perlu disediakan day care agar orang tua nyaman bekerja. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menyeriusi wacana penyediaan fasilitas day care atau tempat penitipan anak di lingkungan kerja. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat predikat Solo sebagai kota layak anak sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan yang memiliki tanggung jawab pengasuhan.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas payung kebijakan tersebut. Pemkot juga menggandeng Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) untuk mematangkan konsep ruang ramah anak di sektor swasta.

Baca Juga: Wajah Baru Pasar Kembang dan Klewer: Wali Kota Solo Siapkan Festival Pagi dan Pusat Bunga Sintetis

“Kami sedang mendiskusikan apakah nantinya program ini akan di bawah kendali DP3P2KB atau Dinas Pendidikan. Kerja sama dengan APSAI sangat penting karena mereka yang menggagas urgensi day care di lingkungan kerja agar orang tua bisa bekerja dengan tenang,” ujar Astrid, Jumat (16/1/2026).

Meski menjadi prioritas, Astrid menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan dipaksakan secara serentak ke seluruh sektor usaha. Pemerintah akan melakukan pemetaan berdasarkan unsur wilayah, jumlah karyawan, serta urgensi kebutuhan di masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Momentum Long Weekend dan Isra Mikraj: Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali Dibanjiri Ribuan Pengunjung

“Tentu penerapannya bertahap. Kita harus melihat kebutuhan nyata di lapangan. Tidak bisa serta merta semua perusahaan langsung diwajibkan, namun arah menuju ke sana sudah menjadi perhatian serius pemerintah dan organisasi pengusaha,” imbuhnya.

Senada dengan Astrid, Wali Kota Solo Respati Ardi menekankan bahwa komitmen ini bukan hanya soal penitipan anak, melainkan cakupan yang lebih luas mencakup fasilitas disabilitas dan ruang laktasi. Dalam pertemuan terbaru dengan APSAI, telah disepakati optimalisasi berbagai kebijakan ramah anak di ruang publik maupun area privat perkantoran.

Baca Juga: Sempat Menghilang, Kaesang Pangarep Kembali Kawal Persis Solo: Saya Ada di Sini Lagi

“Perusahaan yang berkomitmen menyediakan fasilitas ramah anak dan disabilitas, seperti tempat laktasi dan day care, akan kami berikan apresiasi khusus. Ini adalah bagian dari komitmen besar kita untuk memastikan taman terbuka dan gedung perkantoran di Solo benar-benar inklusif,” tegas Respati. 

Penyediaan fasilitas pengasuhan di tempat kerja dinilai menjadi solusi bagi tantangan work-life balance di era modern. Dengan adanya day care yang terstandarisasi dan diawasi oleh pemerintah, diharapkan angka partisipasi kerja, khususnya bagi ibu rumah tangga, dapat meningkat seiring dengan terjaminnya keamanan dan tumbuh kembang anak-anak mereka di lingkungan kerja. (ves/bun) 

Editor : Kabun Triyatno
#Wali Kota Solo Respati Ardi #anak #Day Care #fasilitas #kota layak anak #pemkot solo #Organisasi Perangkat Daerah (OPD)