Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Solo Fokus Kemandirian Pangan:, Pemkot Siapkan Insentif Bagi Warga yang Sulap Lahan Mati Jadi Kebun Sayur

Silvester Kurniawan • Senin, 19 Januari 2026 | 18:38 WIB
Kelompok Tani (Poktan) Sumber Berkah di Kelurahan Joglo, Banjarsari. (M Ihsan/Radar Solo)
Kelompok Tani (Poktan) Sumber Berkah di Kelurahan Joglo, Banjarsari. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo mempertegas komitmennya dalam menyukseskan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian perkotaan (urban farming). Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, saat meninjau keberhasilan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Berkah di Kelurahan Joglo, Banjarsari, Senin (19/1).

Astrid memastikan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan skema dukungan komprehensif, mulai dari pelatihan teknis hingga dukungan pendanaan, guna menstimulasi kelompok tani di tiap kelurahan agar mampu memanfaatkan lahan sempit menjadi produktif.

"Ketahanan pangan tidak harus berskala besar. Justru dari kelompok tani mandiri di tengah permukiman inilah fondasi ketahanan pangan nasional dibangun. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar daerah mampu mandiri pangan dengan memanfaatkan potensi lokal," ujar Astrid Widayani.

Dalam kunjungannya, Astrid mengapresiasi Poktan Sumber Berkah yang dinilai sukses mengubah lahan terbengkalai menjadi kebun sayur mayur dan area budidaya ikan skala kecil. Keberhasilan ini dianggap sebagai prototipe ideal bagi kemandirian pangan di wilayah padat penduduk.

Aspirasi mengenai kendala distribusi dan teknis budidaya yang disampaikan para pengurus kelompok tani pun langsung ditanggapi. Pemkot Surakarta berkomitmen untuk memberikan pendampingan lintas sektor guna memastikan keberlanjutan program ini.

“Kami akan terus memberikan pelatihan dan sinergi lintas sektor. Pemanfaatan lahan produktif seperti ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga dan kualitas hidup masyarakat melalui asupan pangan yang segar,” imbuh sosok yang akrab disapa Mbak Wawali tersebut sambil memanen hasil bumi bersama warga.

Lurah Joglo Alik Budiarta berharap kehadiran pimpinan daerah ini menjadi katalisator bagi warga lain untuk bergerak. Ia menargetkan Poktan Sumber Berkah dapat memicu munculnya kelompok-kelompok tani serupa di RW-RW lain guna menguatkan ketahanan pangan di tingkat kelurahan.

"Ini adalah penyemangat luar biasa bagi kami. Ke depan, kami ingin kontribusi masyarakat Joglo terhadap ketahanan pangan kota semakin nyata melalui gerakan satu RW satu kebun produktif," tutur Alik.

Dengan adanya jaminan dukungan pendanaan dan pelatihan dari Pemkot Solo, tantangan keterbatasan lahan di perkotaan diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk bercocok tanam dan beternak secara mandiri demi mencukupi kebutuhan pangan harian. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno