Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Banjir dan Longsor Tebing Sungai Mengancam, Warga Kadipiro Kota Solo Minta Bangun Talud di Kali Kecing

Silvester Kurniawan • Rabu, 21 Januari 2026 | 21:17 WIB
WASWAS: Warga Kampung Seruni, RT 01 RW 13, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari berjalan di banjir yang muncul di wilayah mereka.
WASWAS: Warga Kampung Seruni, RT 01 RW 13, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari berjalan di banjir yang muncul di wilayah mereka.

RADARSOLO.COM – Hujan lebat dengan durasi panjang yang mengguyur Kota Solo pada Selasa (20/1) sore hingga malam membuat warga Kampung Seruni, RT 01 RW 13, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, diliputi kekhawatiran. Luapan air Kali Kecing—yang oleh warga setempat dikenal sebagai Sungai Bau dan merupakan anak Sungai Pepe—sempat menggenangi jalan lingkungan di kawasan tersebut.

Meski air tidak sampai masuk ke rumah warga dan surut beberapa jam kemudian, kondisi itu cukup membuat masyarakat sekitar aliran sungai waswas akan potensi banjir dan longsor tebing sungai yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Lurah Kadipiro Arif Budiman menjelaskan, peristiwa luapan air kali ini berbeda dengan kejadian banjir sebelumnya.

“Sempat meluap sampai ke jalan lingkungan, tetapi tidak sampai masuk rumah warga. Ini berbeda dengan kejadian banjir sebelumnya yang terjadi di wilayah Sumpingan,” ungkapnya.

Arif menyebutkan, wilayah Kelurahan Kadipiro dilalui oleh tiga aliran sungai, sehingga potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor cukup tinggi, terutama saat musim hujan. Karena itu, pihak kelurahan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain langkah antisipasi jangka pendek, pihak kelurahan juga tengah menyiapkan permohonan bantuan taludisasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Imbauan jangka pendeknya, kami minta warga siap siaga menghadapi potensi banjir. Untuk ke depan, kami sedang menyiapkan draf permohonan bantuan pembuatan talud di Kali Kecing, karena tebing sungainya masih alami berupa tanah dan rawan longsor,” jelas Arif.

Dia menambahkan, pembangunan dan penataan sempadan sungai membutuhkan kewenangan dari instansi terkait, sehingga pihak kelurahan hanya bisa mengajukan permohonan dan melakukan koordinasi.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Herson Rikumau, membenarkan bahwa sejumlah titik di Kelurahan Kadipiro memang tergolong rawan banjir karena berada dekat dengan aliran sungai. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kami berharap warga selalu siap siaga menghadapi potensi banjir. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai,” tegas Herson.

Anggota Komisi II DPRD Kota Solo itu juga mendorong adanya komunikasi intensif antara warga, pemerintah kelurahan, DPUPR, dan BBWSBS, khususnya untuk penanganan sedimentasi sungai serta pembangunan talud.

“Untuk jangka pendek, kami akan mengusulkan kerja bakti membersihkan saluran air dan sedimentasi sungai. Ke depan, pembuatan talud tentu akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” pungkasnya. (ves/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#solo #banjir #kadipiro #longsor