RADARSOLO.COM – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Kota Solo menargetkan pemasangan baru 4000 sambungan air bersih di sepanjang 2026. Hal ini dilakukan menimbang jaringan air bersih di Solo Baru menyentuh 34 persen di seluruh Kota Bengawan.
Direktur Utama Perumda Toya Wening Kota Solo Agustan menjelaskan, program yang akan dikerjakan sepanjang tahun ini merupakan kelanjutan dari program-program yang sudah dilakukan.
Sebelumnya PDAM menimbang cakupan jaringan air bersih di Solo masih terbilang rendah, walaupun sudah ada 55.740 sambungan air bersih.
“Tahun ini ada program pemasangan 4.000 sambungan baru untuk layanan air bersihnya. Ini penting dilakukan karena sampai saat ini baru 55.740 sambungan dengan prosentase 34 persen se-Solo. Jadi masih cukup besar yang harus kami sambung lagi,” ungkapnya, Minggu (25/1/2026).
Pemasangan sambungan air bersih di Solo ini menjadi cukup penting dalam meningkatkan kesehatan warga dalam hal konsumsi air bersih, mengingat saat ini mayoritas masyarakat Solo masih banyak yang mengonsumsi air tanah untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari.
Di sisi lain, kepadatan permukiman membuat kualitas dan ketersediaan air tanah menurun dari waktu ke waktu, jika dilihat dari jarak sumur dan septic tank yang tidak sesuai standar.
“Penggunaan air tanah ke depan itu sangat tidak bagus untuk kondisi lingkungan. Selain itu juga kualitas kebersihannya karena sebetulnya jarak aman sumur dan septic tank mestinya sembilan meter. Nah apakah semua sumur warga sudah memenuhi jarak ini? Makanya dari waktu ke waktu kami permudah mekanisme pembukaan sambungan jaringan air bersihnya,” papar Agustan.
Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan PDAM Solo pada tahun ini adalah memberikan angsuran yang lebih murah pasca adanya kerja sama dengan Bank Jateng Syariah.
Jika sebelumnya ada mekanisme uang muka Rp 625 ribu dan angsuran Rp 100 ribu per bulan untuk menutup biaya pemasangan satu jaringan baru senilai Rp 1,6 juta, kali ini angsuran itu tanpa uang muka dan dengan angsuran lebih murah Rp 38 ribu per bulan.
“Jadi hanya dengan membuka tabungan di Bank Jateng Syariah nanti akan langsung kami follow up. Yang penting status rumahnya itu legal (bersertifikat, Red), identitas diri (KTP), diketahui RT setempat, dan selebihnya bisa datang ke kantor PDAM Solo atau pantau sosial media kami. Kalau ini responsnya bagus, nanti kami juga akan mengupayakan untuk air limbah juga,” bebernya.
Sekadar informasi, Program Pemasangan 4000 Jaringan Air Bersih di 2026 itu diluncurkan dan disosialisasikan di Solo Car Free Day Jalan Slamet Riyadi pada Minggu (25/1) pagi.
Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani melihat rencana pemasangan 4000 jaringan air bersih melalui sambungan rumah itu merupakan langkah strategis dalam memastikan kebutuhan air bersih yang layak konsumsi dan berkelanjutkan di kota bengawan.
“Saya apresiasi program-program PDAM yang telah dikembangkan untuk masyarakat. Ini komitmen nyata kepada masyarakat,” tuturnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy