Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menjawab Polemik, Manajemen Maxride Sebut Pangsa Pasar Bajaj Berbeda dengan Ojol

Silvester Kurniawan • Senin, 26 Januari 2026 | 17:41 WIB

Wali Kota Solo Respati Ardi bersama dishub dan perwakilan ojol serta bajaj gelar pertemuan. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi bersama dishub dan perwakilan ojol serta bajaj gelar pertemuan. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Manajemen Bajaj Maxride memastikan komitmennya untuk terus mengaspal di Kota Solo. Di tengah sorotan terkait dinamika transportasi di Kota Bengawan, mereka menegaskan bahwa keberadaan bajaj bukan untuk mematikan moda transportasi lain, melainkan untuk melengkapi segmen pasar yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

General Manajer Bajaj Maxride Antonio Gratiano menekankan bahwa pihaknya mengantongi sentimen positif yang cukup tinggi dari pengguna di Solo. Ia melihat adanya kebutuhan riil masyarakat terhadap armada yang lebih fleksibel namun tetap terjangkau.

Baca Juga: Polemik Bajaj versus Ojol: Tak Bisa Larang, Wali Kota Respati Ardi Pilih Perbanyak Rambu Pembatas Ruang Gerak

"Kami akan tetap memberikan pelayanan operasional untuk masyarakat Solo. Berdasarkan pantauan kami, dukungan masyarakat agar kami tetap melayani di kota ini sangat besar," ungkap Antonio melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026).

Menanggapi keresahan para pengemudi ojek online (ojol), Antonio menjelaskan bahwa secara teknis, segmentasi pasar Maxride memiliki karakter yang berbeda. Armada bajaj dirancang untuk mengisi kebutuhan yang tidak selalu bisa diakomodasi oleh kendaraan roda dua maupun mobil pribadi.

Baca Juga: Nasib Ojol Solo di Ujung Tanduk: Tergilas Tarif Bajaj, Driver Tuntut Ketegasan Wali Kota

Menurutnya, Bajaj Maxride memiliki keunggulan kompetitif untuk dijadikan layanan shuttle di kawasan wisata, penunjang mobilitas tamu di industri perhotelan, hingga angkutan barang skala kecil. Karakteristik inilah yang diyakini membuat Maxride bisa berjalan beriringan dengan ojol tanpa harus saling menjatuhkan.

"Layanan kami bisa masuk ke ceruk pasar khusus, seperti industri perhotelan dan logistik perkotaan. Jadi sebenarnya ini adalah soal pembagian segmentasi yang berbeda," tambahnya.

Baca Juga: Wali Kota Solo Tegas Larang Operasional Bajaj, Berjanji Tegakkan Aturan Semua Jenis Angkutan

Tawaran Kolaborasi bagi Pengemudi Ojol Guna mendinginkan suasana dan menciptakan iklim ekonomi yang inklusif, manajemen Maxride justru membuka "karpet merah" bagi para pengemudi ojol yang ingin mencari peluang pendapatan baru. Mereka secara terbuka mengajak para driver untuk bergabung dan bermitra dengan sistem yang telah mereka siapkan.

Dengan langkah ini, Maxride berharap persaingan di jalanan Solo tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai diversifikasi moda transportasi yang memperkaya pilihan bagi warga maupun wisatawan di Kota Solo. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#moda transportasi #operasional #kota solo #Segmentasi #ojek online (ojol) #bajaj