RADARSOLO.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Solo kembali dimeriahkan dengan hadirnya Grebeg Sudiro.
Grebeg Sudiro adalah perayaan tahunan yang digelar untuk menyambut Tahun Baru Imlek.
Tradisi ini menjadi simbol akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa.
Tahun ini, rangkaian acara Imlek digelar dengan durasi yang lebih panjang dan agenda yang semakin beragam.
Masyarakat pun memiliki lebih banyak waktu untuk datang, menikmati suasana, serta mengabadikan momen tanpa khawatir tertinggal kemeriahannya.
Tak sekadar perayaan budaya, Grebeg Sudiro menjadi ruang pertemuan tradisi, toleransi, dan hiburan rakyat.
Mulai dari ritual sakral hingga hiburan meriah, seluruh rangkaian acara Imlek 2026 disiapkan untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi warga lokal maupun wisatawan.
Grebeg Sudiro dikenal sebagai salah satu ikon perayaan Imlek di Kota Solo yang selalu dinanti.
Tahun ini, konsep perayaan dibuat lebih inklusif dengan menghadirkan kegiatan lintas budaya, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
Lampion, ornamen khas Tionghoa, serta nuansa merah dan emas akan kembali menghiasi kawasan perayaan, menciptakan suasana khas Imlek yang hangat dan semarak.
Masyarakat tidak hanya diajak untuk menonton, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang digelar sepanjang rangkaian acara.
Baca Juga: Intip 4 List Hotel Bintang 5 di Solo, Beri Kenyamanan Ekstra Saat Liburan
Berikut jadwal lengkap rangkaian acara Imlek 2026 dalam perayaan Grebeg Sudiro:
- Umbul Mantram (5 Februari 2026)
Umbul Mantram menjadi pembuka rangkaian acara, Umbul Mantram merupakan ritual sakral yang sarat makna spiritual dan tradisi, sebagai simbol doa serta harapan baik di tahun yang baru.
Umbul Mantram biasanya dilakukan di Kampung Sudiroprajan melalui doa bersama, gunungan sesaji (jodang), serta berebut jodang sebagai simbol keberkahan.
- Wisata Perahu Hias (6–21 Februari 2026)
Sungai dihias lampion warna-warni lengkap dengan perahu-perahu cantik bernuansa Imlek.
Banyak dekorasi tematik yang memanjakan mata, terutama saat malam hari. Kegiatan ini digelar di Kali Pepe dekat dari Pasar Gede Hardjonegoro.
- Festival Kuliner Pembauran di Ketandan (6–17 Februari 2026)
Beragam sajian kuliner khas Tionghoa dan Nusantara hadir dalam satu ruang, mencerminkan harmoni budaya dan kekayaan rasa yang menjadi ciri khas Solo.
Pengunjung dapat mencicipi beragam makanan tradisional dan kuliner legendaris yang telah menjadi bagian dari Kota Solo.
- Bazar UMKM & Showdrati Kreasi Baru (10–16 Februari 2026)
Ajang bagi pelaku UMKM dan kreator lokal untuk menampilkan produk unggulan, mulai dari kerajinan, fesyen, hingga kuliner kreatif. Bazar UMKM dan Showdrati berlokasi di Balai kota Solo.
- Karnaval Budaya (15 Februari 2026)
Parade budaya dengan kostum, tarian, dan atraksi seni yang menampilkan keberagaman budaya sebagai wujud toleransi dan persatuan. Karnaval budaya akan dimulai dari Pasar Gede Harjonegoro, dan berakhir di jalan taman sriwedari.
- Malam Heritage in Harmony & Pesta Kembang Api (16 Februari 2026)
Menjadi puncak perayaan Imlek, acara ini menyuguhkan pertunjukan seni, suasana heritage, dan ditutup dengan pesta kembang api yang spektakuler.
Rangkaian acara Imlek 2026 melalui Grebeg Sudiro tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum penting bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Solo.
Kehadiran wisatawan diprediksi meningkat seiring panjangnya durasi acara dan ragam kegiatan yang ditawarkan.
Bagi masyarakat, perayaan ini menjadi ajang berkumpul, berbagi kebahagiaan, sekaligus merayakan keberagaman dalam suasana penuh makna. (agna/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono