RADARSOLO.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo terus menggeber perbaikan infrastruktur jalan jelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sejak awal Januari, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan fokus utama pada ruas-ruas strategis yang dilintasi pemudik.
Kepala DPUPR Kota Solo Nur Basuki mengatakan, perbaikan jalan sudah dimulai sejak awal tahun dengan metode pemeliharaan rutin. Saat ini, sebagian besar pekerjaan besar telah diselesaikan dan tinggal menyisakan lubang-lubang kecil di sejumlah titik. “Dari awal Januari sudah mulai nyicil-nyicil. Sekarang tinggal lubang-lubang kecil saja,” terang Nur Basuki (27/1).
Menurutnya, sejumlah ruas jalan utama telah rampung diperbaiki. Di antaranya Jalan Urip Sumoharjo yang kini sudah tuntas, disusul kawasan RSUD Bang Karno dan Pakel yang kembali mendapatkan tambahan penanganan.
“Urip Sumoharjo sudah selesai. Pakel juga sudah kami tambah-tambah lagi. Slamet Riyadi juga sudah, tinggal kecil-kecil di beberapa tempat lain,” jelasnya.
Untuk perbaikan berskala kecil, DPUPR mencatat masih ada lubang-lubang ringan di sejumlah ruas seperti Jalan Slamet Riyadi, Adi Sucipto, dan Adi Sumarmo. Namun, Nur Basuki memastikan titik-titik tersebut sudah ditangani. “Yang kecil-kecil seperti di Slamet Riyadi, Adi Sucipto, Adi Sumarmo itu sudah kami selesaikan semua,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kerusakan jalan dengan tingkat berat, seperti kondisi bergelombang di Jalan Tentara Pelajar, belum bisa ditangani melalui skema pemeliharaan rutin. Pasalnya, perbaikan di lokasi tersebut membutuhkan pengerukan dan penambalan menyeluruh.
“Kalau Tentara Pelajar yang gelombang itu belum kita perbaiki karena itu harus dikeruk dan ditambal, di luar kemampuan pemeliharaan rutin,” terangnya.
Meski demikian, DPUPR telah mengajukan usulan perbaikan untuk Jalan Tentara Pelajar. Namun untuk saat ini, fokus utama masih diarahkan pada penanganan lubang-lubang jalan demi memastikan kelancaran arus mudik.
“Kami fokus pokok dulu, lubang-lubang dan maintenance,” tegasnya.
Nur Basuki optimistis kondisi jalan di Kota Solo aman untuk dilintasi pemudik. Dia menyebut, volume kendaraan yang masuk ke Kota Bengawan cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 7.000 kendaraan per hari di setiap pintu masuk kota.
“Solo itu kalau kendaraan per pintu masuk bisa 7 ribu kendaraan per hari. Ada beberapa pintu masuk. Insya Allah sudah selesai nanti, tapi tetap kami jaga. Setiap hari muter nambal-nambal,” ungkapnya.
Terkait target penyelesaian perbaikan, DPUPR menargetkan seluruh pekerjaan tambal sulam jalan rampung satu minggu sebelum Lebaran. Bahkan, pihaknya mengupayakan agar dua minggu sebelum hari raya seluruh ruas sudah dalam kondisi optimal.
“Biasanya kami diberi waktu satu minggu sebelum Lebaran harus selesai. Kami upayakan dua minggu lagi sudah selesai, kecuali nanti ada lubang-lubang baru,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kerusakan mendadak, DPUPR juga menyiagakan tim khusus yang tetap bekerja selama masa libur Lebaran.
“Ada tim stand by. Biasanya lepas libur juga tetap ada yang jalan. Termasuk saluran, jangan sampai kejadian genangan seperti kemarin terulang,” katanya.
Selain jalan, DPUPR Solo juga memberi perhatian serius pada pembersihan saluran drainase guna mencegah genangan air saat puncak arus mudik. Fokus pembersihan dilakukan di kawasan rawan dan pusat aktivitas masyarakat.
“Kemarin di sekitar Pasar Gede, Juanda, Slamet Riyadi itu kita bersihkan semua. Lalu saluran-saluran besar di samping SMAN 7, Jalan Bhayangkara, gapura Kleco, sampai timur DKT sudah kami bersihkan,” papar Nur Basuki.
Untuk saluran-saluran kecil, ia menyebut pekerjaan masih terus berjalan dan dilakukan secara bertahap. “Yang kecil-kecil juga on progress, jalan terus,” pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy