Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Taman Ecotheology, Cara Unik Merawat Toleransi di Tengah Keberagaman di Kota Solo

Silvester Kurniawan • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:50 WIB
CERIA: Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bermain bersama warga sekitar Taman Ecotheology Kampung Toleransi di Kelurahan Ketelan, Minggu (25/1/2026).
CERIA: Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bermain bersama warga sekitar Taman Ecotheology Kampung Toleransi di Kelurahan Ketelan, Minggu (25/1/2026).

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo berkomitmen memastikan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama tidak hanya berhenti di level kota, tetapi benar-benar hidup hingga ke tingkat kelurahan. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penerapan Program Kampung Toleransi di setiap wilayah di Kota Solo.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, saat meresmikan Taman Ecotheology Kampung Toleransi di Kelurahan Ketelan, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkot Surakarta dalam memperkuat posisi Solo sebagai kota inklusif yang menjamin kerukunan umat beragama hingga ke akar rumput.

“Ini menjadi contoh praktik baik dalam membangun kehidupan sosial yang rukun berbasis partisipasi masyarakat. Model kolaborasi lintas agama dan lintas elemen seperti ini bisa direplikasi di kelurahan lain di Kota Solo sebagai bagian dari penguatan inklusivitas,” ujar Astrid, Selasa (27/1).

Perempuan yang akrab disapa Mbak Wawali itu menekankan, toleransi dan harmoni sosial perlu dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Kerukunan umat beragama bukan sekadar soal keberadaan rumah ibadah, tetapi juga tentang kepedulian bersama terhadap lingkungan dan sesama warga.

“Taman Ecotheology ini menjadi pengingat bahwa kita hidup di tengah keberagaman yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Taman Ecotheology Kampung Toleransi yang berlokasi di RW 02 Kelurahan Ketelan sendiri dibangun dengan memanfaatkan ruang terbuka yang sebelumnya tidak produktif. Selain menjadi ruang hijau, taman ini juga diharapkan mampu menjadi simbol sekaligus ruang interaksi yang memperkuat kerukunan antarwarga.

Ketua RW 02 Kelurahan Ketelan, Sukendar, menyampaikan bahwa warganya berasal dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan. Kehadiran taman tersebut diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.

“Kami ingin semua warga bisa hidup berdampingan dengan nyaman, tanpa ada rasa saling mengganggu antarumat beragama,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, berharap keberadaan Taman Ecotheology Kampung Toleransi dapat menjadi pemicu tumbuhnya kerukunan beragama melalui pendekatan yang menyenangkan.

“Kementerian Agama menempatkan penguatan ekoteologi sebagai salah satu dari delapan program utama. Semoga ini bisa menjadi motivasi agar kita semakin cinta kepada sesama dengan cara yang enak dan menyenangkan,” pungkasnya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#keberagaman #taman #pemkot solo #toleransi