RADARSOLO.COM-Kelenteng Tien Kok Sie di Kota Solo telah menetapkan rangkaian lengkap perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung sejak akhir Januari hingga awal Maret 2026.
Rangkaian perayaan ini tidak hanya berisi ritual keagamaan, tetapi juga tradisi budaya serta kegiatan sosial yang rutin digelar setiap tahun dan melibatkan masyarakat luas.
Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Sumantri Dana Waluya menjelaskan, perayaan Imlek bukan sekadar seremoni satu hari, melainkan sebuah proses panjang yang terdapat makna spiritual.
“Rangkaian ini memang tidak hanya satu hari. Imlek itu proses, dimulai dari persiapan batin, penyucian, sampai penutup di Cap Go Meh,” ujarnya.
Ritual Pembersihan dan Memandikan Kim Sin
Rangkaian perayaan Imlek diawali pada Jumat–Sabtu, 30–31 Januari 2026 dengan ritual memandikan Kim Sin serta pembersihan seluruh interior kelenteng.
Ritual ini dilakukan sebagai simbol penyucian lahir dan batin sebelum memasuki tahun baru.
Kim Sin merupakan sebutan bagi parasuci atau rupang yang telah dimuliakan dan ditempatkan di kelenteng.
Sumantri menegaskan bahwa prosesi ini kerap disalahpahami oleh masyarakat awam.
“Kalau masih di toko itu namanya patung. Kalau sudah masuk kelenteng, itu disebut parasuci atau Kim Sin. Kim artinya mulia, Sin itu dewa. Jadi ini memuliakan yang suci,” jelasnya.
Ritual memandikan Kim Sin dilakukan setahun sekali dan menjadi penanda awal rangkaian Imlek di kelenteng.
Menaikkan Persembahan dan Ciswak (Pao Oen)
Agenda berikutnya berlangsung pada Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026, dengan ritual menaikkan persembahan yang dilanjutkan ciswak atau Pao Oen.
Baca Juga: Imlek 2026 Makin Meriah, 4 Cemilan Manis Wajib Ada sebagai Hidangan Penutup Tahun Baru
Persembahan yang dinaikkan umumnya berupa buah-buahan dan bunga, disertai pembacaan ayat-ayat suci oleh para rohaniawan.
Pada momen ini juga dilakukan pelepasan makhluk hidup, yaitu burung dan ikan, sebagai bagian dari tradisi menebar kebajikan.
“Tujuannya menebar karma baik. Burung mewakili makhluk udara, ikan makhluk air. Kalau makhluk darat sekarang jarang dilepas karena di perkotaan justru bisa membawa mudarat,” kata Sumantri.
Kirab Budaya Grebeg Sudiro
Suasana perayaan Imlek di Solo semakin semarak dengan digelarnya Kirab Budaya Grebeg Sudiro pada Minggu, 15 Februari 2026.
Kirab ini menjadi agenda budaya yang telah melekat dengan perayaan Imlek di Solo.
Grebeg Sudiro memadukan unsur budaya Tionghoa dan Jawa serta melibatkan partisipasi masyarakat lintas etnis dan agama.
Malam Imlek dan Penyalaan Pelita
Sehari menjelang Tahun Baru Imlek, yakni Senin, 16 Februari 2026, kelenteng menggelar sembahyang malam Imlek.
Ritual ini dilanjutkan dengan prosesi memandikan Buddha serta penyalaan ratusan pelita doa.
Penyalaan pelita dilakukan sebagai simbol harapan dan doa umat dalam menyongsong tahun baru.
Pelita-pelita tersebut biasanya diberi nama orang yang didoakan dan akan menyala hingga rangkaian Imlek berakhir.
Puncak Tahun Baru Imlek 2577
Baca Juga: Bingung Cari Parsel Imlek? Cek 10 Rekomendasi Hampers Cantik Simbol Keberuntungan
Puncak perayaan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 yang memasuki Shio Kuda Api.
Sejak pagi hingga malam hari, umat silih berganti mendatangi kelenteng untuk berdoa dan bersyukur.
Pada hari tersebut, suasana kelenteng biasanya dipadati umat yang memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, serta kelancaran hidup di tahun yang baru.
Di puncak perayaan, umumnya dilakukan pernyalaan petasan sebagai penanda datangnya Tahun Baru Imlek.
Namun, pada perayaan kali ini, kegiatan tersebut tidak diperbolehkan oleh pihak Polda karena adanya aturan pemerintah yang harus dipatuhi.
Sembahyang King Thi Kong
Rangkaian ibadah Imlek berlanjut pada Selasa, 24 Februari 2026, dengan sembahyang King Thi Kong, yaitu sembahyang besar kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jaraknya dengan perayaan imlek kurang lebih 7 hari.
“Ini bentuk syukur karena tahun baru sudah dimulai, sekaligus memohon berkah untuk menjalani kehidupan ke depan,” jelas Sumantri.
Cap Go Meh sebagai Penutup Imlek
Perayaan Imlek resmi ditutup dengan Sembahyang Cap Go Meh pada Senin, 2 Maret 2026, yang menandai hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.
Pada momen ini, pelita yang dinyalakan saat malam Imlek akan dipadamkan.
“Cap Go Meh ini penutup seluruh rangkaian Imlek. Setelah itu, secara ritual tahun baru sudah selesai,” kata Sumantri.
Pembagian Beras untuk Warga
Baca Juga: Warna-Warna Keberuntungan Imlek 2026, Apa Saja? Merah Bukan Satu-satunya
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, kelenteng juga menggelar pembagian beras pada Minggu, 8 Maret 2026.
Beras diberikan kepada orang yang membutuhkan, terutama warga Sudiroprajan, buruh gendong, serta tukang becak di sekitar Kelenteng Tien Kok Sie.
“Imlek bukan hanya soal ibadah, tapi juga kepedulian dan berbagi berkah,” pungkas Sumantri. (agna)
Editor : Tri wahyu Cahyono