RADARSOLO.COM – Harapan masyarakat pengguna BPJS Kesehatan di Kota Solo dan sekitarnya untuk mengakses layanan jantung kelas dunia segera terwujud. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, berkomitmen mempercepat proses integrasi BPJS Kesehatan di Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates Indonesia, Jebres, Surakarta.
Hal tersebut ditegaskan Menkes saat melakukan kunjungan kerja di rumah sakit hasil kolaborasi internasional tersebut, Kamis (29/1/2026). Saat ini, RS Kardiologi Emirates Indonesia masih dalam proses pemenuhan persyaratan dan persetujuan dari BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Hibah Keraton Solo Tak Sampai Rp 2 Miliar, Purbaya: Kebutuhan Kami Lebih dari Rp 20 Miliar Setahun
"Saat ini memang masih dalam proses persetujuan BPJS untuk rumah sakit ini. Tadi Pak Wali Kota juga menyampaikan agar dibantu percepatannya. Jika sudah beres, masyarakat Solo pengguna BPJS bisa menikmati layanan di sini tanpa harus membayar," ujar Menkes.
Penanganan Kecepatan Tinggi Budi Gunadi menekankan bahwa penyakit jantung membutuhkan penanganan medis yang sangat cepat. Idealnya, pasien harus mendapatkan tindakan dalam kurun waktu 2 hingga 6 jam untuk mencegah kefatalan. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas jantung di tingkat kota dan kabupaten menjadi krusial.
Meski masih menunggu status kerja sama dengan BPJS, RS Kardiologi Emirates yang dioperatori oleh RS Dr. Sardjito ini telah melayani 582 pasien melalui berbagai tindakan medis canggih. Mulai dari angiografi, pemasangan ring, penutupan cacat jantung (ASD/VSD closure), hingga operasi jantung terbuka seperti bypass.
"Kami terus mendorong pengembangan bedah jantung anak serta minimal invasive cardiac surgery untuk mempercepat masa pemulihan pasien," tambahnya.
Target Operasional Juli 2026 Fasilitas di RS ini tergolong mewah dan lengkap, mencakup hybrid cath lab, CT Scan, hingga MRI yang mendukung layanan gawat darurat hingga tindakan lanjutan. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan dukungannya agar proses administrasi segera rampung.
"Kami mendorong percepatan proses kredensial BPJS agar akses masyarakat lebih mudah. Targetnya, layanan BPJS di RS Kardiologi ini dapat mulai digunakan dalam enam bulan ke depan, atau sekitar Juli 2026," tegas Respati.
Langkah ini diharapkan mampu memecah antrean panjang layanan jantung di rumah sakit lain dan memberikan standar pelayanan kesehatan jantung yang lebih tinggi bagi warga Kota Solo dan sekitarnya. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno