Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Prosesi Mandi Buddha Hingga Cap Go Meh: Ini Rangkaian Imlek Meriah di Pasar Gede!

Silvester Kurniawan • Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:15 WIB
RUTIN: Proses pengayakan bubuk dupa jelang perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Tien Kok Sie, Rabu (28/1). Sebentar lagi akan digelar ritual penyucian patung dewa di klenteng.
RUTIN: Proses pengayakan bubuk dupa jelang perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Tien Kok Sie, Rabu (28/1). Sebentar lagi akan digelar ritual penyucian patung dewa di klenteng.

RADARSOLO.COM - Menjelang perayaan Imlek 2026, Klenteng Tien Kok Sie di kawasan Pasar Gede mulai melakukan pembersihan ornamen dan patung para suci, Jumat (30/1). Kegiatan rutin ini menjadi salah satu rangkaian persiapan utama menyambut datangnya Tahun Baru Imlek.

Ketua Yayasan Klenteng Tien Kok Sie, Sumantri Dana Waluya, membenarkan bahwa proses pembersihan berlangsung selama dua hari, Jumat (30/1) dan Sabtu (31/1).

Selama kegiatan berlangsung, rangkaian peribadatan tiga agama—Buddha, Konghucu, dan Tao—ditiadakan sementara.

“Hari ini ada kegiatan bersih-bersih interior klenteng bersamaan dengan memandikan para suci atau rupang. Biasanya berlangsung dua hari, tetapi kalau semua bisa selesai hari ini, Sabtu besok klenteng sudah dibuka kembali,” ujarnya.

Usai pembersihan klenteng, rangkaian terdekat berikutnya adalah Ritual Pao Oen atau tolak bala yang digelar pada 7–8 Februari. Seperti tradisi sebelumnya, ribuan ekor burung dan ikan akan dilepas ke alam sebagai bentuk karma baik bagi jemaat.

“Sebetulnya ada tiga jenis makhluk: darat, air, dan udara. Untuk makhluk darat seperti ayam tidak kami lepas, karena di kota pasti ditangkap lagi. Pada hari itu sejak pagi sudah ada ritual yang dipimpin lima Bhante dari Boyolali. Baru siangnya pelepasan burung dan ikan lele. Siangnya juga ada pemotongan rambut sebagai simbol pembuangan sial,” jelas Sumantri.

Setelah itu, pada 15 Februari 2026, klenteng turut terlibat dalam rangkaian Grebeg Sudiro di Kelurahan Sudiroprajan. Puncak perayaan malam Imlek pada 16 Februari akan diisi Prosesi Mandi Buddha, dilanjutkan prosesi ibadah Hari Raya Imlek pada 17 Februari.

Kemudian, pada 24 Februari akan digelar Sembahyang Tuhan Yang Maha Esa.

“Setelah Tahun Baru Imlek ada ritual besar Sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seminggu kemudian, tepat 15 hari setelah perayaan Imlek, akan ditutup dengan Cap Go Meh pada 2 Maret. Lalu pada 8 Maret 2026 ada pembagian beras sebanyak 10–11 ton untuk masyarakat sekitar,” tutupnya. (ves/nik) 

Editor : Niko auglandy
#imlek #klenteng