Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Parade Kebaya di Solo CFD: Batik 27 Meter Bergambar 8 Presiden RI Curi Perhatian Warga

Kabun Triyatno • Minggu, 1 Februari 2026 | 16:59 WIB
Batik bergambar wajah presiden Republik Indonesia dari masa ke masa dipamerkan di car free day Jalan Slamet Riyadi, Minggi (1/2/2026). (Arief Budiman/Radar Solo)
Batik bergambar wajah presiden Republik Indonesia dari masa ke masa dipamerkan di car free day Jalan Slamet Riyadi, Minggi (1/2/2026). (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemandangan berbeda mewarnai Jalan Slamet Riyadi pada gelaran Solo Car Free Day (CFD), Minggu (1/2) pagi. Di tengah hiruk-pikuk warga yang berolahraga, puluhan perempuan tampil elegan dengan balutan kebaya sambil membentangkan kain batik tulis sepanjang 27 meter yang memuat wajah delapan Presiden Republik Indonesia.

Aksi yang diinisiasi oleh Komunitas Cinta Kebaya Depok ini menjadi pusat perhatian pengunjung. Defile budaya ini menampilkan potret sejarah kepemimpinan bangsa, mulai dari era Ir. Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, yang dituangkan dalam motif batik karya pengrajin asal Kulonprogo, Bayu Permadi.

“Batik spektakuler ini panjangnya 27 meter. Kami bentangkan di CFD Solo melibatkan lintas generasi sebagai wujud kecintaan pada kebaya dan kain batik Indonesia,” ujar Putri Kebaya Remaja Indonesia, Meilya Nur, di sela kegiatan.

Batik motif wajah presiden ini sejatinya dibuat untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun lalu. Kehadirannya di Solo kali ini menjadi refleksi visual bagi masyarakat mengenai perjalanan panjang bangsa Indonesia dari masa ke masa.

Ketua Komunitas Cinta Kebaya Depok Via Chintya mengungkapkan, sebelum menggelar aksi di CFD, pihaknya sempat bertandang ke kediaman Presiden ke-7 RI, Ir. H. Joko Widodo, pada Jumat (30/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan misi kebudayaan yang akan diusung di Kota Begawan.

“Setelah bersilaturahmi ke rumah Pak Jokowi, hari ini kami merealisasikan aksi pembentangan batik ini kepada masyarakat Solo,” tutur Via.

Selain aspek estetika, kegiatan ini membawa pesan edukatif tentang identitas nasional. Penggunaan kebaya dalam aktivitas publik seperti CFD membuktikan bahwa busana tradisional tetap relevan dan bisa dikenakan secara fleksibel oleh berbagai usia.

Masyarakat tampak antusias mengabadikan momen langka tersebut. Bagi pengunjung, pembentangan batik presiden ini bukan sekadar pameran kain, melainkan pengingat akan jasa para pemimpin yang telah membentuk kedaulatan Indonesia. Dengan latar belakang sejarah kepemimpinan yang kuat, diharapkan generasi muda semakin bangga mengenakan kebaya dan batik sebagai warisan budaya dunia. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#lintas generasi #car free day (cfd) #presiden #Parade Kebaya #sejarah