RADARSOLO.COM – Lebaran masih lebih dari sebulan lagi, namun para calon pemudik sudah dibuat pusing lebih awal.
Keinginan untuk pulang kampung menggunakan kereta api berbenturan dengan kenyataan pahit: tiket untuk momen libur Lebaran makin sulit diburu.
War tiket berlangsung sengit sejak detik pertama penjualan dibuka.
Seperti diketahui, PT KAI memberlakukan sistem pembelian tiket H-45 sebelum tanggal keberangkatan. Artinya, tiket untuk jadwal 21 Maret sudah bisa dibeli mulai Kamis (4/2) tepat pukul 00.00 WIB. Namun kenyataan di lapangan jauh dari mudah.
Jawa Pos Radar Solo mencoba memantau perburuan tiket sejak 1 Februari lalu. Untuk tanggal pembelian 18 Maret (H-2 Lebaran), beberapa armada kereta tampak habis hanya dalam hitungan menit.
Simulasi pembelian dilakukan untuk rute Stasiun Purwosari Solo–Pasar Senen Jakarta dan Pasar Senen Jakarta–Lempuyangan Yogyakarta.
Hasilnya mencengangkan. Tak sampai satu jam, tiket dari Jakarta menuju Yogyakarta langsung sold out. Tidak ada satu pun kursi tersisa.
Situasi serupa terulang pada tanggal keberangkatan 19 dan 20 Maret. Bahkan, antrean pembelian sudah mengular sejak pukul 00.00 WIB.
Puncak kekagetan terjadi saat Radar Solo memeriksa tiket untuk keberangkatan 21 Maret melalui aplikasi Tiket.com pada pukul 00.06 WIB (4/2/2026).
Baru enam menit penjualan dibuka, tiket rute Pasar Senen–Lempuyangan dengan rentang harga Rp75 ribu sampai Rp 600 ribu ludes total.
Cek ulang dilakukan lewat aplikasi resmi PT KAI—hasilnya sama. Tak sampai 10 menit, tiket untuk hari H Lebaran benar-benar habis diborong.
Antusiasme masyarakat dalam “war tiket” memang luar biasa. Harga berapa pun tampaknya rela dikejar demi bisa mudik.
Para pemburu tiket pun dibuat geleng-geleng kepala.
“Pembelian tiket tahun ini memang cepat sekali abisnya, khususnya dari jalur Jakarta menuju Jogja yang saya incar untuk Lebaran nanti. Saya sudah cek beberapa hari lalu situasinya sama. Bahkan tadi malam (4/2/2026), baru beberapa menit setelah login dan dapat menit antrean, ternyata setelah terbuka dan mau ngecek tiketnya sudah habis semua,” keluh calon pembeli tiket, Dewi Lestari kepada Jawa Pos Radar Solo.
Meski begitu, Dewi Lestari masih beruntung untuk rute sebaliknya.
“Alhamdulillah untuk tiket dari Solo ke Jakarta dapat. Memang sempat harus antre beberapa menit dulu. Tapi ketika sudah masuk, kursi masih banyak kosong dan bisa langsung saya pesan dan transfer,” tuturnya.
Fenomena ini bukan dialami Dewi saja. Di media sosial, khususnya Threads, topik tentang sulitnya war tiket Lebaran menjadi perbincangan hangat.
Banyak netizen mengeluhkan antrean panjang, tiket yang hilang saat proses pembayaran, hingga status sold out di hampir semua armada.
Sejumlah warganet juga mempertanyakan apakah PT KAI akan membuka kereta tambahan untuk mengurai kepadatan pembelian tiket Lebaran. Menanggapi hal itu, PT KAI memberi penjelasan singkat namun tegas.
“Mohon maaf, mengenai KA Tambahan bersifat kondisional/tidak dapat dipastikan karena menyesuaikan dengan kesiapan sarana yang tersedia. Silakan kakak dapat melakukan pengecekan secara berkala via aplikasi Access by KAI atau media sosial KAI121 guna mendapatkan informasi terbaru seputar kereta api,” tulis PT KAI menanggapi pertanyaan netizen di Threads.
Dengan laju habisnya tiket yang begitu cepat, para pemburu tiket tampaknya harus lebih siap, lebih sigap, dan lebih berstrategi dalam perang tiket Lebaran tahun ini. (nik)
Editor : Niko auglandy