Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Babak Baru Keraton Solo: Mantan Panglima TNI hingga Kapolri Nyatakan Dukungan untuk Tedjowulan

Silvester Kurniawan • Minggu, 8 Februari 2026 | 17:43 WIB

KGPA Tedjowulan berbincang dengan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropiyono dan Andika Perkasa. (Ist)
KGPA Tedjowulan berbincang dengan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropiyono dan Andika Perkasa. (Ist)

RADARSOLO.COM – Arus dukungan terhadap KGPH Panembahan Agung Tedjowulan untuk memimpin pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat semakin menguat. Kabar terbaru, deretan tokoh bangsa dan purnawirawan tinggi TNI-Polri secara eksplisit menyatakan dukungannya kepada Tedjowulan dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Tokoh senior militer yang juga mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn)  AM Hendropriyono menginisiasi pertemuan tersebut di Kraton Majapahit, Jakarta. Kehadiran Tedjowulan di sana disambut sebagai sosok yang dianggap sah oleh pemerintah untuk melaksanakan mandat pengelolaan keraton.

Baca Juga: Cara Cek Desil DTSEN 2026 Paling Mudah di Google, untuk Pastikan Masuk Golongan Peserta BPJS Kesehatan PBI JK

Juru Bicara Panembahan Agung Tedjowulan, KP Pakunagoro membenarkan adanya momentum penting tersebut. Menurutnya, pertemuan itu bukan sekadar reuni purnawirawan, melainkan pernyataan sikap politik dan budaya.

“Panembahan Agung Tedjowulan diundang khusus bertemu Hendropriyono dan para senior TNI/Polri. Selain bernostalgia, pertemuan tersebut menjadi ajang pengukuhan dukungan atas penunjukan beliau sebagai pelaksana pengelolaan keraton,” ujar Pakunagoro, Minggu (8/2).

Baca Juga: 5 Cara Cek BPJS Kesehatan Masih Aktif atau Tidak Pakai NIK KTP Secara Online, Mudah Cuma Modal HP

Dukungan yang mengalir tidak main-main. Sejumlah nama besar yang pernah menduduki posisi puncak di militer dan kepolisian tampak hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya adalah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa dan Laksamana (Purn) Yudo Margono.

Tak hanya itu, barisan mantan Kapolri seperti Jenderal (Purn) Roesdiaharjo dan Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri, serta para mantan KSAU lintas generasi juga menyatakan sikap serupa.

“Kami semua di sini menerima kedatangan Pak Tedjowulan dengan sikap mendukung keputusan pemerintah. Kami berharap Pak Tedjowulan segera dinobatkan juga oleh Pemerintah Republik Indonesia,” tegas Hendropriyono melalui rilis resmi.

Baca Juga: 6.000 Paket Durian Randulanang Gratis Ludes Diserbu Pengunjung di Jatinom Klaten

Merespons dukungan masif tersebut, KGPH Tedjowulan menegaskan komitmennya untuk menjalankan mandat sebaik-baiknya. Ia menekankan bahwa latar belakang militernya mengajarkan loyalitas penuh kepada negara dan pimpinan.

Ia mengenang kembali saat diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk "mengalah" dan melepas gelar SISKS Paku Buwono XIII demi kondusivitas keraton kala itu. Kini, saat mandat kembali datang melalui keputusan pemerintah, dirinya menyatakan kesiapan penuh.

Baca Juga: 52.376 Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Klaten Dinonaktifkan, Ini Syarat untuk Reaktivasi Kembali

“Beliau (PB XII) bersabda bahwa keraton sudah bergabung dengan RI, tapi tetap harus ada Ratu di Tanah Jawa. Seorang Ratu harus bisa memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin rakyat. Saya menjalankan mandat ini dengan rasa hormat dan taat pada aturan,” tegas Tedjowulan.

Dukungan dari lingkaran "Jenderal" ini diprediksi akan mengubah peta dinamika internal Keraton Solo, mengingat penguatan legitimasi kini tidak hanya datang dari sudut pandang adat, tetapi juga dari elemen kuat tokoh-tokoh nasional. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#pemerintah #Tedjowulan #Mandat #Andika Perkasa #am hendropriyono #keraton kasunanan surakarta