Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

DPRD Solo Soroti Pengelolaan TPA Putri Cempo: Gunungan Sampah 20 Meter Longsor, Mojosongo Terkepung Bau!

Damianus Bram • Senin, 9 Februari 2026 | 12:36 WIB
Limbah PLTSa Putri Cempo Solo yang disoal warga sekitar. (M Ihsan/Radar Solo)
Limbah PLTSa Putri Cempo Solo yang disoal warga sekitar. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Polemik pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang memicu aksi blokade akses truk sampah ke TPA yang dilakukan warga Kampung Jatirejo, Mojosongo, pada Minggu (8/2/2026), kini menjadi perhatian serius DPRD Solo.

Kondisi TPA dinilai sudah dalam tahap darurat akibat longsoran gunung sampah yang menutup akses pembuangan.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Solo, YF Sukasno, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah setinggi lebih dari 15 meter telah longsor akibat hujan deras selama beberapa pekan terakhir.

Hal ini menyebabkan truk pengangkut sampah tidak bisa menjangkau lokasi pembuangan di sisi utara.

Mojosongo Terkepung 400 Ton Sampah Per Hari

Akibat akses utara tertutup, ratusan kendaraan pengangkut terpaksa membuang sampah di dekat area timbangan yang bersinggungan langsung dengan permukiman.

"Kapasitas di sini tidak terpenuhi, akhirnya mobil dan motor sampah yang membawa 400 ton setiap hari antre sampai jalan selatan Kampung Jantirejo. Kondisinya Jantirejo seperti 'diputeri' sampah," ujar Sukasno, Senin (9/2/2026).

Sukasno juga mengkritik operasional mesin pengolah sampah menjadi energi listrik (PLTSa) yang dinilai belum optimal.

Ia menyoroti metode open dumping yang kembali terjadi serta cerobong mesin pengering yang terlalu pendek.

"Asapnya ke mana-mana. Baunya bahkan lebih menyengat daripada sampah itu sendiri," tegasnya.

Desak DLH Sewa Alat Berat dan Tambah Anggaran

Fraksi PDI-P meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo untuk bergerak cepat. Pasalnya, saat ini TPA hanya mengandalkan satu unit ekskavator (bego), yang dianggap mustahil untuk menggeser gunungan sampah setinggi 20 meter dalam waktu singkat.

"Saya pesan ke Kepala UPT untuk menghitung butuh berapa alat tambahan, kita sewa. Hitung anggarannya agar gunung sampah itu segera digeser ke timur," tambah Sukasno.

Layanan Sampah Kota Mulai Lumpuh

Imbas dari kisruh di Putri Cempo mulai dirasakan warga Solo secara luas. Ita, seorang warga Mojosongo, mengeluhkan sampah rumah tangga yang tidak kunjung diangkut sejak Jumat (6/2/2026).

"Sudah empat hari tidak diambil. Sampah menumpuk, mengundang lalat, dan baunya sudah sangat mengganggu," keluhnya.

Jika polemik ini tidak segera dituntaskan, penumpukan sampah di berbagai sudut kota diprediksi akan semakin parah, mengingat volume sampah harian Kota Solo yang mencapai ratusan ton. (dam)

Editor : Damianus Bram
#dprd solo #tpa putri cempo #YF Sukasno #masalah sampah solo #dlh solo #mojosongo #sampah