Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Koperasi Sangkrah Solo Dapat Kucuran Rp 3 Miliar, Digadang-gadang Jadi Percontohan Nasional

Silvester Kurniawan • Senin, 9 Februari 2026 | 16:49 WIB

Wali Kota Solo Respati Ardi beberkan keberadaan Koperasi Merah Putih bukan saingan toko kelontong. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi beberkan keberadaan Koperasi Merah Putih bukan saingan toko kelontong. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kelurahan Sangkrah resmi menjadi pionir pengembangan ekonomi kerakyatan di Kota Bengawan. Koperasi Kelurahan Merah Putih Sangkrah menjadi yang pertama dari 54 koperasi kelurahan di Solo yang mendapatkan restu pemerintah pusat untuk membangun gerai mandiri senilai Rp 3 miliar, Senin (9/2/2026).

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo Agung Riyadi menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Salah satu syarat mutlak yang berhasil dipenuhi oleh Sangkrah adalah ketersediaan lahan strategis milik pemerintah seluas minimal 1.000 meter persegi.

Baca Juga: Waspada Puncak Musim Hujan Februari: BPBD Wonogiri Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi

“Dari 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Solo, baru empat yang mengajukan. Setelah diverifikasi oleh PT Agrinas, baru Sangkrah yang lolos dan mulai pembangunan. Ini akan menjadi role model bagi kelurahan lain,” ujar Agung usai prosesi peletakan batu pertama.

Pembangunan gerai mandiri ini mencakup fasilitas fisik dan modal kerja dengan total dukungan pendanaan maksimal Rp 3 miliar. Menariknya, pelaksanaan konstruksi gerai yang diproyeksikan menjadi pusat pergudangan kelurahan ini akan dikerjakan langsung oleh personil Kodim 0735 Surakarta.

Baca Juga: Pasar Gede Diserbu Ratusan ASN dan TNI-Polri, Wali Kota Solo: Pedagang Tak Tertib Sampah, Izin Kios Dicabut!

Wali Kota Solo Respati Ardi yang memimpin langsung peletakan batu pertama, berharap Gerai Sangkrah mampu memantik perputaran ekonomi di wilayah Solo bagian utara. Pemerintah saat ini tengah memitigasi kelurahan lain yang memiliki spesifikasi lahan serupa agar bisa segera menyusul program nasional ini.

“Harapannya ini menjadi pusat ekonomi baru. Sangkrah menjadi percontohan, jika berjalan lancar, nanti bisa diduplikasi oleh kelurahan-kelurahan lain di Solo,” ucap Respati.

Baca Juga: 125 Ribu Penerima Bantuan KIS PBI JK di Wonogiri Nonaktif, Pemkab Siapkan Strategi Reaktivasi

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Respati menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih tidak akan mematikan usaha toko kelontong atau pedagang pasar di sekitarnya. Sebaliknya, koperasi ini diposisikan sebagai rantai distribusi resmi yang menyediakan barang dengan harga kompetitif bagi para pedagang.

“Ini bukan menjadi pesaing toko kelontong, tetapi justru menjadi tempat kulakan yang lebih dekat dan murah bagi mereka. Praktik di lapangan akan kami awasi ketat agar program ini benar-benar memperkuat ekonomi warga, bukan sebaliknya,” tegas Wali Kota. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#Koperasi Merah Putih #koperasi #ekonomi #gerai #Pembangunan #toko kelontong