Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Wagub Jateng Gus Yasin Dorong Edukasi Pranikah Masif: Berkeluarga Bukan Hanya Senang-Senang, Tantangannya Berat

Kabun Triyatno • Senin, 9 Februari 2026 | 17:45 WIB

Wagub Jateng Taj Yasin berdialoh dengan BP4 Jateng. (Humas Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Taj Yasin berdialoh dengan BP4 Jateng. (Humas Pemprov Jateng)

RADARSOLO.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menggagas program kelas konsultasi bagi calon pengantin (catin) sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga di Jawa Tengah. Program ini bertujuan membekali pasangan muda agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis serta meminimalkan risiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Hal tersebut disampaikan Gus Yasin saat menerima audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah di kantornya, Senin (9/2/2026). Ia menekankan bahwa meskipun terdapat keterbatasan anggaran, edukasi pranikah bersifat krusial mengingat kompleksitas persoalan rumah tangga di era modern.

Baca Juga: Napak Tilas Sejarah Pers di Solo, Monumen Pers Nasional Jadi Magnet Pengunjung Jelang Puncak HPN

"Saya ingin Pemprov Jateng memiliki program kelas calon pengantin. Ini sangat penting untuk mencegah munculnya persoalan yang memicu KDRT. Kami berharap BP4 dapat berkolaborasi dengan program Kecamatan Berdaya, terutama dalam hal pendampingan paralegal," ujar Taj Yasin.

Menindaklanjuti gagasan tersebut, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, mengungkapkan bahwa teknis pelaksanaan kelas calon pengantin rencananya akan dilakukan secara daring (dalam jaringan) melalui ruang Zoom. Hal ini dilakukan agar program tetap berjalan efektif dan menjangkau masyarakat luas di tengah efisiensi anggaran.

Baca Juga: Pedas! Harga Cabai Rawit di Boyolali Tembus Rp 90 Ribu Akibat Cuaca Ekstrem

"Berkeluarga bukan hanya senang-senang saja, tantangannya sangat berat. Kami akan membuka kelas ini sebagai ruang belajar bagi pasangan yang hendak menikah agar mereka benar-benar paham cara berkeluarga," jelas Ema.

Adapun materi yang akan diberikan mengacu pada modul resmi Kementerian Agama. Menariknya, kelas ini akan menghadirkan para konsultan dan fasilitator profesional yang telah tersertifikasi oleh Mahkamah Agung.

Baca Juga: Konflik Tahta Memanas, Gusti Moeng Ingatkan PB XIV Purbaya Bisa Diusir dari Keraton Solo

Ketua BP4 Jawa Tengah Eman Sulaeman mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jateng. Menurutnya, visi Gus Yasin sangat selaras dengan tugas pokok BP4 dalam membentuk keluarga sakinah serta melakukan mediasi bagi keluarga yang tengah berkonflik.

"Tugas kami adalah memediasi, melakukan advokasi keluarga, hingga mitigasi dampak negatif perceraian, terutama bagi anak-anak. Kami siap berkolaborasi menyediakan tenaga ahli dan fasilitator untuk mewujudkan harmonisasi keluarga di Jawa Tengah," kata Eman.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap angka perceraian dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan secara signifikan mulai dari akar paling dasar, yakni kesiapan mental dan pengetahuan calon pasangan suami istri. (*)

Editor : Kabun Triyatno
#harmonisasi keluarga #ketahanan keluarga #edukasi #konsultan #pranikah #rumah tangga #Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen