Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Cabai Rawit Merah Tembus Rp 80 Ribu di Solo, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Soroti Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem

Silvester Kurniawan • Kamis, 12 Februari 2026 | 17:10 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto pimpin sidak di Pasar Legi Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto pimpin sidak di Pasar Legi Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Harga cabai rawit merah di Kota Solo semakin "pedas" menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan pantauan lapangan di Pasar Legi Solo, harga komoditas ini melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp 80.000 per kilogram akibat kelangkaan pasokan yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, dalam kunjungan kerjanya pada Kamis (12/2/2026), mengungkapkan bahwa kenaikan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan harga normal yang biasanya berkisar di angka Rp 45.000 per kilogram.

Baca Juga: Resmi Sandang Nama PB XIV di KTP, Purbaya Semringah Sambangi Kantor Dispendukcapil Solo

"Hanya cabai rawit merah yang naik signifikan. Kami menduga ini karena intensitas hujan yang tinggi, sehingga banyak petani mengalami kurang bagusnya hasil panen. Harapannya harga bisa segera normal kembali," ujar Titiek Soeharto.

Meskipun harga cabai melonjak, Titiek menyebutkan bahwa komoditas pangan utama lainnya seperti beras dan minyak goreng relatif masih stabil baik dari sisi harga maupun ketersediaan stok. Namun, ia mewanti-wanti pemerintah daerah dan Bulog untuk tetap waspada dan meningkatkan pengawasan distribusi.

Baca Juga: Rumah Sakit Dilarang Menolak Pasien KIS Nonaktif, RSUD Sukoharjo Klaim Pelayanan Medis Nomor Satu

"Terutama untuk beras dan minyak goreng, penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) harus terus diturunkan ke pasar agar tetap terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah," tambahnya.

Senada dengan temuan tersebut, para pedagang di Pasar Legi mengakui bahwa tren kenaikan harga cabai rawit merah sudah mulai terasa sejak dua bulan terakhir. Dari harga awal sebesar Rp 25.000 per kilogram, nilai jual terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada hari ini.

Baca Juga: Media Dilarang Meliput saat Kunjungan Wamensos, Ada Apa dengan Pembangunan Sekolah Rakyat di Mondokan Sragen?

Selain cabai, kenaikan tipis juga mulai membayangi harga telur ayam ras. Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Arif Handoko, menyatakan bahwa kenaikan jelang Lebaran merupakan siklus tahunan, namun tahun ini diperparah oleh kendala produksi akibat cuaca.

"Kenaikan terjadi pada rawit merah dan telur. Sebagai solusi, kami akan segera menggelar gerakan pasar murah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk menekan gejolak harga di masyarakat," pungkas Arif. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#titiek soeharto #harga pangan #cabai rawit #hujan #komisi iv dpr ri