RADARSOLO.COM – Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyuarakan keberatannya terkait kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta terkait pelarangan jualan takjil di jalan-jalan protokol kota.
Pria yang akrab disapa Rudy ini menilai aktivitas ekonomi musiman tersebut seharusnya didukung karena dampaknya yang besar bagi masyarakat kecil.
Rudy menekankan bahwa aktivitas jualan takjil hanya berlangsung dalam waktu singkat dan terjadi setahun sekali.
"Itu kan kegiatan setahun sekali. Jual takjil itu kan hanya dimulai jam 3 sampai paling setengah 6 selesai," ujarnya.
Menurutnya, selama pedagang menjaga kebersihan, aktivitas tersebut tidak seharusnya dilarang.
Soroti Potensi Ekonomi dan Lokasi Jualan
Rudy juga mengkritik saran agar pedagang berjualan di area kantor kelurahan atau kecamatan.
Ia menilai lokasi tersebut tidak strategis bagi pedagang kecil.
"Lha kalau suruh jualan di kelurahan dan kecamatan, sopo (siapa) sing mau beli?" tanyanya.
Baginya, keuntungan dari jualan takjil sangat berarti bagi warga untuk memenuhi kebutuhan hari raya, seperti untuk anak, cucu, hingga membayar zakat fitrah.
Ia memberikan gambaran bahwa keuntungan kecil dari setiap kemasan takjil sangat berharga bagi perekonomian keluarga prasejahtera.
Singgung Nilai Kebhinekaan
Lebih lanjut, Rudy menyinggung soal semangat kebhinekaan di Kota Solo.
Ia berharap pemerintah tidak bersikap diskriminatif dalam mengizinkan pemanfaatan ruang publik pada hari-hari penting keagamaan atau budaya.
Ia membandingkan dengan perayaan hari besar lain yang diberikan ruang di pusat kota.
"Karena Imlek ndak dilarang, ya jangan sampai nanti malah dikira kita diskriminasi," tegasnya.
Rudy berharap pemerintah kota lebih bijak dalam mengatur, bukan melarang, demi menjaga keseimbangan antara ketertiban kota dan kesejahteraan warga. (dam)
Editor : Damianus Bram