RADARSOLO.COM – Perjalanan panjang Kota Solo dari sekadar Desa Sala hingga menjelma menjadi kota modern menjadi refleksi utama dalam Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo yang digelar di Stadion Sriwedari, Selasa (17/2) pagi.
Mengusung tema "Berbudaya, Pradaya, dan Sejahtera", pemerintah kota menekankan komitmen untuk terus mengakselerasi kemajuan zaman tanpa sedikit pun menanggalkan akar budaya Jawa.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa tantangan era digitalisasi dan globalisasi harus dihadapi dengan kreativitas serta inovasi.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani, masyarakat didorong untuk tetap adaptif namun tetap memegang teguh identitas sebagai Wong Solo.
"Tema tahun ini menegaskan komitmen Solo untuk bertransformasi menjadi kota modern yang tetap berlandaskan nilai tradisi. Jika masyarakat mampu memegang teguh adat dan budaya, maka tantangan digitalisasi global tidak akan menjadi kendala, melainkan peluang," ujar Astrid dalam amanatnya.
Suasana upacara kali ini terasa lebih inklusif dengan pelibatan 1.000 warga masyarakat umum yang turut serta berbaris mengenakan busana adat asli Solo. Kehadiran elemen masyarakat ini menjadi simbol dari rencana kerja duet Respati-Astrid yang ingin menjadikan transformasi kota sebagai gerakan kolektif yang berbasis pada akar kebudayaan yang kokoh.
Senada dengan hal tersebut, KGPA Tedjowulan yang hadir mewakili unsur Keraton Kasunanan Surakarta turut menekankan pentingnya sinergi antara sejarah dan kehidupan modern. Ia mengapresiasi pelibatan masyarakat adat dan budaya dalam tata kehidupan berbangsa saat ini. Di usia Solo yang ke-281, Tedjowulan juga melambungkan harapan akan keharmonisan di internal keraton agar tetap rukun dan kompak dalam menjalankan fungsi kebudayaan serta religiusitas.
"Saya sebagai pengembang budaya merasa sangat bangga melihat suasana kebersamaan ini. Semoga Kota Solo semakin sejahtera dan berbudaya dalam menata kehidupan bermasyarakat ke depannya," pungkas Tedjowulan. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno