Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

15 Ribu Takir Ludes dalam Sekejap, Festival Jenang Solo 2026 Jadi Magnet Wisatawan

Silvester Kurniawan • Selasa, 17 Februari 2026 | 16:21 WIB

Masyarakat berebut jenang di Festival Jenang Solo 2026 di Ngarsopuro, Selasa (17/2/2026). (M Ihsan/Radar Solo)
Masyarakat berebut jenang di Festival Jenang Solo 2026 di Ngarsopuro, Selasa (17/2/2026). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kawasan Ngarsopuro mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Selasa (17/2) pagi. Aroma manis gula jawa dan gurihnya santan menyeruak, memancing langkah ribuan warga untuk mendekat ke meja-meja saji yang berderet rapi. Di sana, Festival Jenang Solo 2026 digelar bukan sekadar sebagai pesta kuliner, melainkan sebagai wujud syukur atas bertambahnya usia Kota Solo yang kini genap 281 tahun.

Momen ini menjadi kian istimewa karena bertepatan dengan perayaan Imlek 2026, menciptakan atmosfer akulturasi budaya yang kental di sepanjang jalan. Sebanyak 15.000 takir jenang ludes hanya dalam hitungan menit, menjadi bukti betapa masyarakat merindukan kebersamaan di balik balutan daun pisang.

Baca Juga: Pesan Mbak Wawali di HUT Ke-281: Solo Boleh Modern, Tapi Jangan Pernah Lepaskan Akar Budaya

Antusiasme warga bahkan sudah terlihat sejak fajar menyingsing. Sebelum ribuan takir ditata, kerumunan sudah mulai memadati jalur pedestrian. Lidwina Triharsanti (62), warga Kampung Tegalasri, adalah salah satu yang rela berdesakan demi mencicipi legitnya jenang legendaris ini.

"Puas sekali bisa dapat satu porsi. Meski tadi sempat desak-desakan, tapi yang membuat senang adalah kebersamaannya. Warga yang tidak kenal pun saling bantu membagikan jenang bagi yang tidak kebagian," ujar Lidwina dengan wajah berseri.

Baca Juga: Deretan Kejanggalan Kematian Santri Ponpes di Bulukerto Wonogiri yang sedang Diusut Polisi

Bagi Lidwina, festival ini lebih dari sekadar makan gratis. Ini adalah upaya nyata untuk nguri-uri atau melestarikan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.

Di balik 15.000 takir yang ludes sekejap mata, ada perjuangan luar biasa dari para "koki" kampung. Erna dan rekan-rekannya dari Pokja PKK Kelurahan Ketelan, misalnya, harus rela begadang sejak dini hari. Mereka menyiapkan 150 porsi Jenang Pati Garut, sebuah hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya manfaat.

Baca Juga: Momentum Nyadran dan Long Weekend, Ribuan Kaum Boro Wonogiri Tumplek di Terminal Giri Adipura

"Kami mulai masak jam dua pagi. Prosesnya panjang, dari merebus gula jawa, santan, hingga menyaring pati. Tapi rasa lelah itu hilang saat melihat jenang kami habis dalam kurang dari lima menit," tutur Erna.

Pemilihan Jenang Pati Garut oleh warga Ketelan bukan tanpa alasan. Jenang ini dipercaya ramah bagi lambung, penderita diabetes, hingga kolesterol. Dedikasi para ibu PKK ini menjadi nyawa di balik kemeriahan festival tahun ini.

Baca Juga: Khawatir Bikin Gaduh, DPRD Kota Solo Minta Pemkot Cabut Surat Edaran Penataan Pedagang Takjil Ramadhan 2026

Sedikitnya 95 kelompok terlibat dalam festival kali ini, menyajikan varian yang beragam mulai dari Jenang Procot hingga Jenang Abang-Putih. Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, yang hadir di tengah kerumunan, mengapresiasi semangat gotong royong warga.

"Festival Jenang ini dipercaya sebagai ujung doa dan harapan agar masyarakat Solo tetap guyub dan rukun. Ini hari yang spesial karena HUT Kota Solo berbarengan dengan Imlek," ungkap Astrid.

Jenang di Solo bukan sekadar kudapan; ia adalah simbol doa, harapan, dan kebersamaan. Melalui Festival Jenang Solo 2026, Kota Solo kembali membuktikan bahwa warisan leluhur adalah perekat sosial yang paling manis untuk merayakan perjalanan sejarah kota selama hampir tiga abad. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#imlek #makan gratis #ngarsopuro #hidangan #budaya #lezat #Festival Jenang Solo #kudapan