RADARSOLO.COM – Komisi IV DPRD Kota Solo mengungkap temuan mengejutkan terkait indikasi penyalahgunaan narkotika yang mulai merambah jenjang pendidikan menengah pertama (SMP). Berdasarkan hasil rapat kerja bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Solo, setidaknya terdapat empat hingga lima SMP di Kota Bengawan yang siswanya terindikasi terpapar barang haram tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto menyatakan bahwa temuan ini menempatkan Solo dalam kondisi waspada tinggi. Solo saat ini menempati peringkat kedua dengan tingkat persebaran narkoba tertinggi di Jawa Tengah setelah Kota Semarang.
“Sudah mulai muncul pengguna narkoba di kalangan pelajar SMP, usia belasan tahun. Ini menjadi bibit persebaran yang harus segera diantisipasi. Kami sedang merumuskan langkah kewaspadaan serius karena segmen pelajar adalah kewenangan langsung Pemkot Solo,” ujar Sugeng, Rabu (18/2/2026).
Sugeng menekankan bahwa persoalan ini adalah tanggung jawab kolektif. Sekolah dituntut mempersempit ruang gerak peredaran di lingkungan pendidikan, sementara orang tua wajib memastikan pola pergaulan anak di luar rumah tetap sehat. Ia juga memperingatkan agar pengawasan terhadap rokok elektrik (vape) diperketat, mengingat sifatnya yang adiktif dan memiliki kandungan kimia tinggi.
“Ketiadaan Perwali ini menghambat langkah teknis dan pendanaan. Tanpa Perwali, ruang pemberian hibah dari APBD untuk operasional pencegahan oleh BNNK menjadi terbatas,” jelas Ekya.
Selain masalah regulasi, DPRD juga mendorong penguatan fasilitas kesehatan lokal. Ekya berharap RSUD Bung Karno dan RSUD Ibu Fatmawati Ngipang segera mengurus standar Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Dengan standar tersebut, layanan rehabilitasi bagi pasien narkoba dapat didukung oleh fasilitas BPJS Kesehatan.
Baca Juga: YouTube Down Hari Ini, Pengguna Indonesia Ramai Keluhkan Tak Bisa Akses Beranda Sejak Pagi
Sebagai langkah preventif jangka panjang, Komisi IV mengusulkan agar edukasi mengenai bahaya narkotika mulai disisipkan dalam kurikulum pendidikan sejak jenjang PAUD. Hal ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dini kepada anak-anak sebelum mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno