RADARSOLO.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo mencatat kenaikan tajam pada angka penindakan pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Sebanyak 897 surat tilang dikeluarkan petugas, meningkat signifikan sebesar 37 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang hanya mencatat 657 pelanggaran.
Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Solo Ipda Yuli Nurus Yani mengungkapkan bahwa lonjakan angka tilang ini berbanding terbalik dengan jumlah teguran yang justru menurun drastis. Pada 2026, teguran tercatat sebanyak 1.685 kali, turun sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.814 teguran.
"Kenaikan angka tilang ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih rendah. Penurunan teguran dan peningkatan tilang ini sengaja dilakukan sebagai penindakan tegas terhadap pelanggaran yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan nyawa di jalan raya," ujar Ipda Yuli, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Dramatis, Warga Tercebur Sumur Sedalam 15 Meter di Jepara Berhasil Dievakuasi
Dari sisi fatalitas jalan, tercatat 14 kejadian kecelakaan lalu lintas selama operasi berlangsung di wilayah hukum Polresta Surakarta. Meski jumlah kejadian masih fluktuatif, angka korban luka ringan mengalami penurunan dari 19 orang pada 2025 menjadi 17 orang pada 2026, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp6,8 juta.
Baca Juga: Gagal Gasak Motor di Depan Toko Roti, Pencuri di Laweyan Tak Berkutik Dikepung Warga dan Polisi
Ipda Yuli menambahkan, pelanggaran masih didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dengan alasan perjalanan jarak dekat. Pihaknya menegaskan bahwa aturan keselamatan tidak mengenal batas jarak, karena risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja.
"Banyak yang merasa aman hanya karena bepergian dekat sehingga tidak memakai helm. Padahal, mau dekat atau jauh, aturan tetap harus dipatuhi. Operasi ini bukan sekadar mengejar angka penindakan, tetapi bentuk edukasi agar disiplin menjadi budaya masyarakat demi keselamatan bersama," tegasnya. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno