Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Alihkan Anggaran Motis ke Bus dan Kereta, Pakar Transportasi: Mudik Motor Terlalu Berisiko bagi Anak

Antonius Christian • Senin, 23 Februari 2026 | 18:46 WIB

Mudik gratis dengan bus dinilai lebih efektif bagi pemudik. (Arief Budiman/Radar Solo)
Mudik gratis dengan bus dinilai lebih efektif bagi pemudik. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Program Mudik Motor Gratis (Motis) yang rutin digelar Kementerian Perhubungan setiap tahun menuai kritik tajam. Pakar Transportasi nasional, Djoko Setijowarno, secara tegas mengusulkan agar program tersebut dihentikan karena dinilai tidak efektif menekan jumlah pemudik sepeda motor di jalan raya.

Djoko, yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 2014, serapan program Motis kurang dari satu persen. Angka ini dianggap tidak signifikan dibandingkan dengan risiko besar yang membayangi pemudik motor.

Baca Juga: Peminat Tinggi, 500 Kuota Mudik Gratis Pemkab Klaten 2026 Langsung Ludes

“Daripada mempertahankan program yang tidak signifikan ini, lebih baik anggarannya dialihkan untuk menambah kuota bus dan kereta api gratis secara masif,” ujar Djoko, Senin (23/2).

Salah satu sorotan utama Djoko adalah tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor. Berdasarkan survei pergerakan Lebaran 2026, sepeda motor masih menjadi pilihan bagi 24,08 juta pemudik atau sekitar 16,74 persen.

Baca Juga: Kalender Maret 2026 Lengkap: Daftar Tanggal Merah, Libur Lebaran 2026, dan Cuti Bersama

Djoko menilai penggunaan motor untuk perjalanan jarak jauh, terutama jika membawa anak-anak, sangatlah berbahaya. Anak-anak berisiko tinggi terpapar angin ekstrem, kelelahan fisik, hingga fatalitas kecelakaan karena tidak adanya pelindung kabin.

“Pemerintah perlu melarang anak-anak ikut mudik menggunakan sepeda motor. Sebagai kompensasinya, pemerintah wajib memperluas akses transportasi publik yang aman, layak, dan manusiawi,” tegasnya.

Baca Juga: Waspada..! BMKG Beri Warning Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran 2026 di Wilayah Jawa Tengah

Sebagai alternatif yang lebih masuk akal, Djoko menyarankan pemerintah untuk mengoptimalkan moda transportasi massal lainnya:

Djoko optimistis, dengan menambah kuota angkutan umum masif dan terintegrasi, masyarakat akan perlahan beralih dari sepeda motor. Menurutnya, alasan utama masyarakat masih memilih motor adalah faktor ekonomi akibat lonjakan harga tiket saat Lebaran.

“Hentikan program Motis. Ketersediaan angkutan umum yang memadai dan terintegrasi adalah kunci untuk membuat perjalanan mudik lebih aman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#sepeda motor #ekonomi #Transportasi #mudik #Pemudik #program #survei