RADARSOLO.COM – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani menakhodai Kota Solo. Menanggapi capaian tersebut, sejumlah legislator di DPRD Kota Solo memberikan rapor objektif yang menyebut pemerintahan saat ini masih berada dalam fase krusial pembangunan "fondasi" kebijakan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto menilai performa Respati-Astrid belum bisa diukur secara hitam-putih. Ia mengibaratkan masa awal jabatan ini seperti tahap awal pembangunan konstruksi bangunan yang masih memerlukan banyak penyesuaian material.
Baca Juga: Alihkan Anggaran Motis ke Bus dan Kereta, Pakar Transportasi: Mudik Motor Terlalu Berisiko bagi Anak
"Dalam setahun ini belum bisa dinilai berhasil atau gagal secara objektif karena istilahnya masih membangun fondasi. Kami berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota bisa segera menutup celah yang ada, terutama dalam membangun chemistry internal agar program ke depan lebih kokoh," ujar Sugeng, Senin (23/2).
Senada dengan Sugeng, Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Ardianto Kuswinarno, mengibaratkan satu tahun pertama ini seperti langkah awal bayi yang baru belajar berjalan. Menurutnya, keberhasilan masa depan sangat bergantung pada kedewasaan pimpinan daerah dalam menerima masukan dari berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga: Klarifikasi Wali Kota Solo Soal Somasi PKL: Kami Tidak Melarang, Hanya Menata Kampung Ramadan
"Kalau jalannya masih tertatih-tatih, kuncinya adalah mau menerima masukan. Ketika sudah terbuka terhadap kritik, barulah itu bisa menjadi fondasi yang kuat untuk diperkuat ke depannya," kata Ardianto.
DPRD memberikan catatan khusus mengenai tiga sektor utama yang harus diakselerasi: pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Ardianto menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan harus menjadi indikator utama keberhasilan program lainnya.
"Mau dibuat program secanggih apa pun, kalau angka kemiskinan masih tinggi, itu akan sia-sia. Program harus seirama dengan kebutuhan dasar masyarakat," tegasnya.
Sektor kesehatan juga tak luput dari evaluasi, terutama setelah adanya miskomunikasi terkait kepesertaan BPJS yang sempat memicu keresahan warga. Legislator mendesak Wali Kota untuk lebih responsif dan bergerak cepat dalam meredam situasi serupa di masa mendatang agar kepercayaan publik tetap terjaga. (atn)
Editor : Kabun Triyatno