Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ramadan 2026: Kapolresta Solo Minta Ormas Tidak Main Sweeping, Ada Pelanggaran Laporkan Polisi!

Antonius Christian • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:51 WIB

AI GENERATED/GEMINI
AI GENERATED/GEMINI

RADARSOLO.COM – Polresta Solo memperketat pengawasan di sejumlah titik strategis guna menjaga kondusivitas selama Ramadan 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi aksi sweeping sepihak oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berpotensi memicu gesekan sosial di Kota Bengawan.

Pengamanan dilakukan secara terpadu melalui sinergi antara Polri, TNI, dan Satpol PP. Patroli skala besar ditingkatkan pada jam-jam rawan, mulai dari malam hari hingga waktu sahur, dengan sasaran pusat keramaian, tempat hiburan malam, kafe, dan lokasi rawan gangguan kamtibmas lainnya.

Baca Juga: War Kuota Uang Baru Lebaran Dimulai! Warga Padati Masjid Agung Boyolali

“Kami bersama stakeholder terkait telah melaksanakan pengawasan terhadap tempat hiburan malam. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Selasa (24/2).

Kapolresta menegaskan bahwa penegakan hukum sepenuhnya merupakan kewenangan aparat kepolisian. Pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk pengurus ormas, untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap tempat usaha tertentu.

Baca Juga: THR PNS 2026 Cair Lebih Cepat? 26 Februari Diprediksi Masuk Rekening, Ini Rincian Komponen dan Prediksi Nominalnya

Menurut Catur, praktik sweeping ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak citra Solo sebagai kota multikultural yang menjunjung tinggi toleransi.

“Jika ditemukan pelanggaran, segera lapor dan serahkan kepada aparat. Jangan ada tindakan sepihak. Kita ingin Ramadan berjalan penuh ketenangan bagi seluruh warga,” tegasnya.

Selain patroli keamanan, kepolisian juga mengintensifkan operasi pekat (penyakit masyarakat). Operasi ini menyasar peredaran minuman keras (miras), perjudian, prostitusi, hingga aksi premanisme yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah di bulan suci.

Baca Juga: 5 HP Rp1 Jutaan Spek Gahar 2026: RAM 8GB, Kamera 108MP, Fast Charging 45W, Serasa Pakai HP Rp3 Jutaan!

Melalui pendekatan persuasif kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat, Polresta Surakarta berharap stabilitas keamanan dapat terjaga dari hulu. Masyarakat pun diminta tidak ragu memanfaatkan layanan call center kepolisian jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Dengan pengamanan ekstra dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan aktivitas ekonomi malam hari dan kegiatan keagamaan di Kota Surakarta tetap berjalan harmonis dan damai hingga hari kemenangan tiba. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#Ramadan #sweeping #hiburan malam #kondusif #ormas #Gangguan Kamtibmas