RADARSOLO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan sinyal waspada bagi pemudik yang akan melintasi Jawa Tengah pada Lebaran 2026.
Data BMKG memprediksi wilayah Jawa Tengah, khususnya bagian tengah dan pegunungan, masih akan diguyur hujan intensitas menengah hingga tinggi sepanjang Maret dan April mendatang.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, periode mudik tahun ini bertepatan dengan puncak curah hujan di Jawa Tengah. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kelancaran arus lalu lintas dan keamanan infrastruktur jalan.
"Masyarakat harus siap menghadapi cuaca basah saat mudik nanti. Wilayah pegunungan menjadi titik paling krusial karena potensi curah hujannya yang masih tinggi hingga April," ungkap Faisal dalam rapat koordinasi di Setda Jateng.
Baca Juga: Jadi Buruan Selama Ramadhan, Harga Emping dan Mete di Pasar Gedhe Klaten Mulai Melejit
Sebagai langkah proaktif, BMKG telah melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) secara masif. Sejak pertengahan Januari hingga awal Februari 2026, sebanyak 148 penerbangan penyemaian awan telah dilakukan di wilayah udara Jawa Tengah.
Intervensi sains ini diklaim berhasil memangkas intensitas curah hujan hingga 42,95 persen. Meski efektif mengurangi risiko banjir dan longsor di jalur-jalur utama, BMKG tetap membuka opsi untuk melanjutkan modifikasi cuaca jika kondisi di lapangan memburuk mendekati hari raya.
Merespons data teknis tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kesiapan fisik jalur mudik saja tidak cukup tanpa mitigasi bencana yang kuat. Ia meminta jajaran Dinas Perhubungan, BPBD, dan Kepolisian untuk bersinergi mengatasi titik-titik rawan bencana hidrometeorologi.
"Cuaca ekstrem ini adalah faktor risiko yang tidak bisa kita abaikan. Kita butuh koordinasi lintas sektor untuk memastikan setiap hambatan akibat cuaca di jalur mudik bisa segera ditangani secara cepat dan tepat," ujar Luthfi.
Di bagian lain, Polresta Solo memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana dengan menambah armada operasional berupa hibah perahu karet bagi Satuan Samapta.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan, penguatan sarana prasarana ini sangat krusial mengingat karakteristik wilayah Solo yang dilewati Sungai Bengawan Solo serta sejumlah anak sungai.
Keberadaan armada baru ini diharapkan mampu memangkas waktu respons (response time) dalam penanganan situasi darurat, seperti evakuasi korban banjir maupun kecelakaan air. (atn/bun)
Editor : Niko auglandy