Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Siaga Mudik 2026: Korlantas Berlakukan Contraflow Otomatis Jika Volume Tembus 4.500 Kendaraan per Jam

Antonius Christian • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:50 WIB

Jalur tol menjadi favorit bagi pemudik dengan kendaraan pribadi. (M Ihsan/Radar Solo)
Jalur tol menjadi favorit bagi pemudik dengan kendaraan pribadi. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menghadapi lonjakan signifikan volume kendaraan pada mudik dan balik Lebaran 2026, Korlantas Polri menyiapkan strategi komprehensif untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang di ruas Tol Trans Jawa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kebijakan rekayasa lalu lintas tahun ini akan sepenuhnya berbasis pada data akurat dan teknologi digital.

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa seluruh diskresi di lapangan—mulai dari contraflow hingga one way—dilakukan berdasarkan perhitungan matematis yang masuk ke pusat komando, bukan sekadar perkiraan situasional.

Baca Juga: Siaga Mudik Lebaran 2026: BBPJN Petakan 46 Titik Macet dan 23 Lokasi Rawan Bencana di Jalur Nasional Jateng

“Kami bekerja berdasarkan data real-time. Setiap keputusan di lapangan memiliki dasar perhitungan yang jelas untuk memastikan arus tetap mengalir,” ujar Irjen Agus, Minggu (1/3).

Guna menghindari penumpukan kendaraan di simpul-simpul kritis seperti gerbang tol dan rest area, Korlantas telah menetapkan angka parameter sebagai pemicu (trigger) kebijakan:

Baca Juga: Prediksi Arus Mudik Nataru Meningkat, Terapkan Traffic Counting Berbasis Teknologi

“Semua sudah ada parameternya melalui sistem traffic counting. Begitu angka terpenuhi, petugas segera bertindak. Kami tidak ingin arus terkunci terlebih dahulu baru dilakukan penanganan,” tegas Kakorlantas.

Pengawasan di jalur-jalur krusial tahun ini diperkuat dengan penggunaan drone berteknologi tinggi. Perangkat ini mampu memberikan gambaran visual menyeluruh dari udara untuk mendeteksi titik kemacetan yang tidak terpantau kamera CCTV statis. Hasil tangkapan drone tersebut langsung terhubung ke pusat komando untuk mempercepat pengambilan keputusan secara presisi.

Baca Juga: Pantauan Tol Wilayah Boyolali Sepi Sabtu Pagi, Puncak Arus Mudik Kedua Diperkirakan Nanti Malam

Selain kelancaran arus, aspek keamanan juga ditingkatkan melalui patroli rutin di rest area dan penjagaan ketat di titik rawan kecelakaan. Personel disiagakan untuk menekan angka kecelakaan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kriminalitas selama masa mudik.

Irjen Agus menambahkan, keberhasilan manajemen arus Lebaran juga sangat bergantung pada perilaku pengendara. Masyarakat diimbau untuk merencanakan waktu keberangkatan guna menghindari puncak arus mudik, memantau informasi resmi secara berkala, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat pulang kampung dengan rasa aman, nyaman, dan yang terpenting, selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#cctv #lebaran #kendaraan #mudik #tol #contraflow #volume kendaraan