RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus bergerak aktif mengupayakan anggaran pusat untuk merombak total Pasar Harjodaksino Gemblegan. Setelah mengajukan usulan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag), Pemkot Solo kini gencar melakukan lobi ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar tradisional tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Arif Handoko, mengonfirmasi bahwa tim survei lapangan dari Kementerian PU telah meninjau langsung lokasi Pasar Harjodaksino pada pertengahan Februari lalu. Langkah ini menjadi angin segar bagi percepatan proyek yang sudah dinantikan para pedagang.
Baca Juga: Tunjangan Guru Non ASN 2026 Berapa dan Apa Saja? Ini Rincian Lengkap dan Pencairannya
"Kami upayakan semua jalur agar tetap bisa didanai pusat karena kebutuhan anggarannya sangat besar, tidak cukup jika hanya mengandalkan APBD," ujar Arif, Senin (2/3).
Berdasarkan perencanaan awal, revitalisasi total Pasar Harjodaksino diperkirakan menelan biaya antara Rp110 miliar hingga Rp116 miliar. Besarnya angka tersebut membuat Kemendag merekomendasikan Pemkot Solo untuk beralih ke Kemenpu.
Baca Juga: DPRD Solo Usul Perda Makan Bergizi Gratis, Wajibkan SPPG Unggah Menu dan Harga Setiap Hari
"Jika melalui Kemendag, alokasi maksimal biasanya hanya sekitar Rp12 miliar. Karena kebutuhan kita jauh di atas itu, maka arahannya adalah mengajukan lewat Kemenpu yang memiliki kapasitas anggaran untuk infrastruktur skala besar," jelas Arif.
Pasar Harjodaksino saat ini menjadi satu-satunya pasar tradisional skala besar di Kota Solo yang belum tersentuh penataan menyeluruh. Kondisi fisiknya pun dilaporkan cukup memprihatinkan; mulai dari atap yang bocor di berbagai titik hingga instalasi kelistrikan yang semrawut dan berisiko.
Baca Juga: THR Cair! 1.446 KK Warga Desa Berjo Karanganyar Terima Rp 500 Ribu
"Harapannya segera ada kepastian, karena ratusan pedagang sangat bergantung pada pasar ini. Kami ingin pasar ini nyaman dan aman seperti pasar-pasar lain di Solo yang sudah lebih dulu direvitalisasi," imbuhnya.
Meski masih menunggu "lampu hijau" dari pemerintah pusat terkait pendanaan, Pemkot Solo memastikan seluruh dokumen pendukung telah siap 100 persen. Hal ini dilakukan agar proyek bisa langsung dieksekusi begitu anggaran diturunkan.
Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono menegaskan bahwa dokumen Detail Engineering Design (DED) serta berbagai kajian teknis sudah dikantongi pemerintah kota.
"DED dan seluruh kajian sudah ada dan sudah matang. Kami tinggal menunggu eksekusi saja begitu mendapat persetujuan dan kepastian anggaran dari pusat," tegas Budi pada kesempatan berbeda. (ves)
Editor : Kabun Triyatno