Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

120 Jamaah Umroh Asal Solo Masih Tertahan di Arab Saudi Imbas Konflik Iran-Amerika dan Israel, Bagaimana Nasibnya?

Kabun Triyatno • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:41 WIB

Wali Kota Solo Respati Ardi bertemu Perpuhi Solo untuk membahas nasib jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi bertemu Perpuhi Solo untuk membahas nasib jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Ketegangan geopolitik yang pecah di wilayah Timur Tengah berdampak pada jadwal kepulangan jamaah umroh asal Indonesia. Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umroh dan Haji Indonesia (Perpuhi) Kota Solo mengonfirmasi sebanyak 120 jamaah asal Solo sempat tertahan di Arab Saudi akibat penyesuaian rute penerbangan.

Ketua Perpuhi Kota Solo Her Suprabu menyatakan bahwa meskipun terjadi penundaan, seluruh jamaah dalam kondisi aman dan kebutuhan logistik mereka tetap terjamin. Pihak maskapai penerbangan bertanggung jawab penuh dengan menyediakan fasilitas penginapan dan konsumsi selama masa tunggu.

Baca Juga: Kisah WNI di Kota Qom Iran Beberkan Detik-Detik Serangan Rudal ke Teheran

“Benar, sempat ada 120 jamaah yang tertunda kepulangannya. Namun, Alhamdulillah semua difasilitasi oleh maskapai, mulai dari penginapan hingga kebutuhan makan, sembari menunggu proses pemulangan ke tanah air,” jelas Her Suprabu, Rabu (4/3/2026).

Her Suprabu menegaskan bahwa jalur ibadah umroh dan haji dari Indonesia hingga saat ini masih dibuka. Namun, terdapat perubahan teknis pada rute penerbangan. Maskapai kini memprioritaskan penerbangan langsung (direct flight) yang tidak transit atau melintas di wilayah udara negara-negara yang tengah berkonflik.

Baca Juga: Harga Emas Maret 2026 Bakal Catat Rekor Baru? Efek Perang AS-Israel vs Iran, Emas Antam Berpotensi Tembus Rp3,4 Juta!

Untuk jamaah asal Solo Raya, saat ini masih terdapat 25 hingga 30 jadwal keberangkatan yang tersisa di akhir Ramadan hingga Syawal. Operasional penerbangan menggunakan maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air terpantau masih normal karena menggunakan rute langsung.

“Tadi pagi masih ada keberangkatan normal. Kendala hanya dialami pesawat dengan rute transit seperti ke Qatar atau Dubai. Mitigasinya adalah penggantian pesawat atau penjadwalan ulang (reschedule) agar jamaah mendapatkan solusi terbaik dan tetap aman,” imbuhnya.

Baca Juga: Membangun Ketahanan Ekonomi Jawa Tengah di Tengah Konflik Iran-AS-Israel

Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku terus memantau perkembangan situasi ini dengan saksama. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berkomitmen untuk mengawal setiap warga Solo yang masih berada di Tanah Suci agar bisa kembali dengan selamat.

Respati meminta keluarga jamaah di Solo untuk tidak panik dan segera melapor jika mengalami kendala komunikasi atau birokrasi di lapangan.

“Bagi warga yang mengalami kendala di sana, terutama warga Solo, silakan berkomunikasi dengan kami. Pemkot akan menjembatani komunikasi dengan Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan kepulangan dikawal dengan baik,” tegas Respati saat berkoordinasi dengan Perpuhi Solo.

Hingga saat ini, ratusan jamaah asal Solo dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing secara bertahap dalam kondisi sehat. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#jamaah umroh #konflik #pemkot solo #tertahan #timur tengah #geopolitik