RADARSOLO.COM – Eskalasi ketegangan politik di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran di kalangan calon jamaah umroh asal Kota Solo. Sejumlah jamaah sempat mendatangi biro perjalanan ibadah untuk mengajukan penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan karena merasa was-was dengan situasi keamanan di sana.
Syarifatun, salah satu calon jamaah asal Laweyan, Solo, mengaku sempat berniat menunda keberangkatannya yang semula dijadwalkan pada akhir Maret 2026. Ia mendatangi Biro Haji dan Umroh Dewangga di Manahan untuk berkonsultasi mengenai kemungkinan pindah jadwal ke bulan Juli atau Agustus mendatang.
“Sempat khawatir, kan keadaan di sana sedang genting seperti itu. Jujur saya takut. Rencananya mau cancel dulu untuk keberangkatan Maret ini, pindah ke Juli atau Agustus saja,” ungkap Syarifatun saat ditemui di kantor biro perjalanan, Rabu (4/3/2026) siang.
Keinginan Syarifatun bersama tujuh anggota keluarganya untuk menjadwal ulang keberangkatan ternyata sulit direalisasikan. Hal ini dikarenakan pihak biro perjalanan telah merampungkan seluruh proses administrasi, mulai dari dokumen perjalanan, pemesanan tiket pesawat, hingga penerbitan visa umroh.
Baca Juga: Kisah WNI di Kota Qom Iran Beberkan Detik-Detik Serangan Rudal ke Teheran
Kondisi tersebut membuat Syarifatun akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat sesuai jadwal semula, sembari terus memantau perkembangan informasi dari otoritas terkait.
“Katanya tidak bisa (reschedule). Akhirnya tetap berangkat, tapi saya tetap was-was. Pihak biro bilang akan terus memantau arahan berkala dari pemerintah dan pihak penerbangan. Kami hanya bisa berharap perjalanan nanti lancar dan tanpa kendala,” imbuhnya.
Baca Juga: Membangun Ketahanan Ekonomi Jawa Tengah di Tengah Konflik Iran-AS-Israel
Pemilik Biro Haji dan Umroh Dewangga, Her Suprabu berupaya menenangkan para jamaah dengan memastikan bahwa mekanisme pemberangkatan akan dilakukan seaman mungkin. Menurutnya, hingga saat ini aktivitas penerbangan menuju Tanah Suci masih dikategorikan normal dan mendapat izin dari pihak imigrasi.
“Sampai hari ini jamaah masih bisa diberangkatkan. Kami menggunakan paket Garuda Indonesia (penerbangan langsung), bahkan dua hari lagi ada jadwal pemberangkatan. Jamaah tidak perlu khawatir karena ada jaminan dari maskapai dan pihak imigrasi tetap memberikan izin. Insyaallah tetap berangkat dengan aman,” tegas Her Suprabu.
Pihak biro memastikan akan terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Agama dan instansi terkait untuk memastikan rute penerbangan tidak melintasi zona konflik, sehingga keselamatan para jamaah tetap menjadi prioritas utama selama menjalankan ibadah. (ves)
Editor : Kabun Triyatno