Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bengawan Solo Siaga Kuning, BPBD Solo Siagakan Pompa di Sewu hingga Joyotakan Antisipasi Banjir

Antonius Christian • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:10 WIB

Air di Pintu Air Demangan Semanggi  mulai tinggi karena tak bisa mengalir ke Bengawan Solo. (Arief Budiman/Radar Solo)
Air di Pintu Air Demangan Semanggi mulai tinggi karena tak bisa mengalir ke Bengawan Solo. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menetapkan status siaga menyusul kenaikan signifikan debit air Sungai Bengawan Solo. Peningkatan ini dipicu oleh pembukaan pintu pelimpah (spillway) Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri yang berdampak langsung pada wilayah hilir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengungkapkan, saat ini tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo telah menyentuh angka 7,7 meter. Angka ini melonjak tajam dari kondisi normal yang biasanya berada di kisaran 6 meter, sehingga status sungai kini masuk dalam kategori Siaga Kuning.

Guna mengantisipasi luapan air ke permukiman, BPBD memprioritaskan pengamanan di empat wilayah bantaran yang paling rawan terdampak, yaitu Kelurahan Sewu, Kelurahan Pucangsawit, Kelurahan Joyotakan, dan Kelurahan Mojo.

Di wilayah-wilayah tersebut, petugas telah menutup pintu-pintu air yang menghubungkan drainase kota dengan sungai utama. Langkah ini dilakukan agar air Bengawan Solo tidak berbalik (backwater) masuk ke saluran permukiman. Sebagai gantinya, air dari dalam kota dibuang ke sungai menggunakan pompa penyedot.

“Di Kelurahan Sewu, sedikitnya empat pompa air telah aktif sejak Selasa malam. Kami harus memastikan aliran air dari saluran dalam kota tetap bisa terbuang ke sungai utama meski debit Bengawan Solo sedang tinggi,” jelas Ari, Kamis kemarin (5/3).

Selain BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo juga dikerahkan untuk melakukan pengecekan rutin pada infrastruktur pengendali banjir.

Kepala DPUPR Solo Nur Basuki memastikan personelnya rutin memantau keandalan mekanik pintu air dan sistem peringatan dini (early warning system).

“Kami menjalin komunikasi intensif dengan BBWS Bengawan Solo. Petugas pemeliharaan rutin mengecek lapangan, tidak hanya di sungai besar tetapi juga di titik-ruas jalan yang rawan genangan,” kata Nur Basuki.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menginstruksikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memaksimalkan aksi nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa mitigasi bukan hanya soal teknis alat, tetapi juga kebersihan lingkungan.

“Selain teknis pintu air, pembersihan saluran drainase dari sampah harus ditingkatkan agar aliran air lancar saat beban hujan tinggi. Pemetaan sasaran rawan dan kerja bakti adalah kunci pengurangan risiko bencana,” tegas Astrid.

Pemkot Solo mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di dataran rendah bantaran sungai, untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya kerusakan infrastruktur pintu air di sekitar tempat tinggal mereka.

Editor : Kabun Triyatno
#pompa air #bengawan solo #permukiman #banjir #tinggi muka air #pintu air #luapan air #waduk gajah mungkur