Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Update Kesiapan Lebaran Solo: Lalin H-7 Dipantau Ketat, Dishub Prediksi 7,9 Juta Kendaraan Melintas

Silvester Kurniawan • Senin, 9 Maret 2026 | 13:28 WIB

Setiap libur panjang Jalan Slamet Riyadi selalu dipadati kendaraan. (Arief Budiman/Radar Solo)
Setiap libur panjang Jalan Slamet Riyadi selalu dipadati kendaraan. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai memetakan strategi penguraian kemacetan menyongsong masa Angkutan Lebaran 2026.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo memprediksi volume kendaraan yang masuk ke Kota Bengawan akan mengalami kenaikan sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dishub Kota Solo Taufiq Muhammad menjelaskan bahwa proyeksi kenaikan ini digunakan sebagai basis penyiagaan personel dan sarana prasarana dari H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Kami mengambil langkah antisipasi dengan asumsi kenaikan 5 persen. Saat ini lokasi-lokasi rawan sudah kita petakan untuk penempatan personel guna menjaga kelancaran arus mudik dan balik,” ujar Taufiq, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan data Dishub, pada Lebaran 2025 lalu tercatat sebanyak 7.572.621 kendaraan melintas di wilayah Solo. Meskipun angka tersebut menurun dibanding Lebaran 2024 yang mencapai 8,1 juta kendaraan, Pemkot Solo tetap memilih angka moderat 5 persen untuk memastikan petugas di lapangan tidak kecolongan.

Fokus pengamanan akan dipusatkan pada titik-titik keramaian, seperti:

Untuk menunjang kelancaran, Dishub akan bergabung dengan kepolisian untuk mengoperasikan lima Posko Lebaran gabungan yang tersebar di titik masuk kota:

  1. Kawasan Jurug (Pintu masuk timur)
  2. Benteng Vastenburg (Pusat kota)
  3. Kawasan Faroka (Pintu masuk barat)
  4. Kawasan Tirtonadi/Gilingan (Area terminal dan masjid)
  5. Posko Induk Kantor Dishub Solo (Kawasan Manahan)

“Tim Pengawasan Parkir, Tim Lalu Lintas, dan Tim Siaga Derek akan standby 24 jam selama masa angkutan berlangsung,” tegas Taufiq.

Wali Kota Solo Respati Ardi menambahkan bahwa libur Lebaran tahun ini memiliki tantangan ekstra karena durasi cuti bersama yang lebih panjang dan berbarengan dengan libur sekolah.

“Ada kemungkinan kenaikan wisatawan hingga 10 persen. Solo akan menjadi magnet bagi pemudik yang ingin berwisata. Oleh karena itu, saya minta Dishub memperketat pengawasan di objek-objek vital agar kepadatan tidak terkunci di satu titik,” tutur Respati. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno