Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mahasiswa UNS Tagih Janji Program Perumahan dan Jalan Rusak, Ini Jawaban Taj Yasin

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 11 Maret 2026 | 09:48 WIB

Wagub Jateng Taj Yasin berdialog secara terbuka dengan mahasiswa UNS, Selasa (10/3/2026).
Wagub Jateng Taj Yasin berdialog secara terbuka dengan mahasiswa UNS, Selasa (10/3/2026).

RADARSOLO.COM– Momen tak terduga terjadi usai acara Kuliah Ramadan menjelang waktu berbuka puasa di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, pada Selasa (10/3/2026).

Belasan mahasiswa tampak menghadang Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, guna menyampaikan sejumlah aspirasi secara langsung terkait isu kemiskinan, integritas pemerintahan, hingga realisasi program pembangunan di wilayah setempat.

Ruang Dialog Transparan

Alih-alih berlalu meninggalkan lokasi, Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin tersebut memilih berhenti dan meluangkan waktu berdialog dengan para mahasiswa.

Dalam kesempatan diskusi terbuka tersebut, ia memaparkan berbagai program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang tengah dikebut untuk membantu masyarakat rentan.

Salah satu program yang ditekankan adalah penyelesaian kasus penahanan ijazah siswa di sejumlah sekolah swasta akibat tunggakan biaya pendidikan.

"Kami memberikan program khusus untuk masyarakat tidak mampu, agar kendala penahanan ijazah di sekolah swasta ini bisa segera kami selesaikan," ujar Taj Yasin.

Di samping itu, ia memastikan bahwa Pemprov Jateng terus mengoptimalkan perluasan akses layanan kesehatan gratis bagi warga prasejahtera.

Solusi Lahan dan Perumahan

Tak hanya isu pendidikan dan kesehatan, para mahasiswa turut menagih komitmen pemerintah terkait perkembangan program satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK).

Menanggapi hal tersebut, Taj Yasin menjelaskan bahwa realisasi program hunian ini masih berjalan secara bertahap karena harus menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan yang aman dan layak bangun.

Saat ini, Pemprov Jateng bahkan telah menggandeng tim ahli dari sejumlah perguruan tinggi guna melakukan kajian teknis kelayakan lahan.

Wagub merinci bahwa pemerintah memiliki beberapa skema konkret.

Mulai dari membangunkan rumah bagi warga miskin yang sudah memiliki lahan sendiri, hingga mendorong berbagai program penanganan backlog perumahan bagi mereka yang belum memiliki tanah.

Kawal Infrastruktur Bersama

Dalam dialog interaktif tersebut, keluhan mengenai infrastruktur jalan rusak di berbagai daerah tak luput dari sorotan mahasiswa.

Taj Yasin mengklarifikasi bahwa tidak sedikit laporan jalan rusak yang masuk sejatinya merupakan ranah kewenangan pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa.

Meski demikian, Pemprov Jateng memastikan tetap turun tangan membantu penanganannya melalui suntikan anggaran provinsi.

Ia lantas mengajak kalangan mahasiswa untuk ikut proaktif mengawal pembangunan daerah secara terukur.

"Kalau ada laporan jalan rusak, tolong sertakan titik koordinatnya secara presisi supaya tim kami bisa langsung mengecek dan mengeksekusinya di lapangan," imbaunya.

Mahasiswa Mengaku Lega

Respons cepat dan komprehensif dari orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut menuai apresiasi dari kalangan kampus.

Perwakilan mahasiswa UNS, Ino, mengaku sangat lega karena berbagai keresahan yang mereka sampaikan mendapat tanggapan dan ruang komunikasi yang sangat terbuka.

"Tadi kami menyampaikan beberapa hal krusial terkait kemiskinan, integritas pemerintahan, dan komitmen daerah. Dari dialog ini, kami melihat komitmen nyata pemerintah untuk memperbaiki persoalan yang ada," tuturnya.

Ino menambahkan, kesiapan Wakil Gubernur untuk terus membuka keran transparansi dan komunikasi dua arah dengan mahasiswa telah menjawab keraguan mereka selama ini. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Mahasiswa UNS #dialog #Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen #tagih janji #dihadang