RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo memasang kuda-kuda untuk mengawasi ketat kinerja juru parkir (jukir) sepanjang masa libur panjang Lebaran 2026. Langkah ini diambil guna memastikan kenyamanan pemudik dan wisatawan, sekaligus mengantisipasi munculnya tarif parkir "nuthuk" atau pungutan liar yang kerap menjadi keluhan klasik saat musim puncak kunjungan.
Fokus pengawasan utama akan dipusatkan pada titik-titik kebangkitan parkir skala besar, salah satunya kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed. Di lokasi ini, Dishub menyiagakan pos pengawasan khusus untuk memantau langsung pengelolaan kendaraan dan kinerja para jukir di lapangan.
Baca Juga: Aktivis Solo Geruduk DPRD: Soroti Nasib Katering Sekolah hingga Dampak Program Makan Bergizi Gratis
“Khusus di Masjid Zayed kita siapkan pos pengawasan. Lokasinya seperti biasa di antara APILL – Masjid Zayed. Ini melengkapi lima posko bersama yang juga sudah berdiri di titik lain seperti Vastenburg, Simpang Faroka, Jurug, Kawasan Tirtonadi Gilingan, dan Posko Induk di Kantor Dishub,” jelas Kepala Dishub Kota Solo Taufiq Muhammad, Rabu (11/3/2026).
Taufiq menambahkan, petugas akan diterjunkan secara merata di kantong-kantong parkir yang diprediksi padat, mulai dari objek wisata seperti Solo Safari, Pasar Gede, dan Pasar Klewer, hingga pusat perbelanjaan dan pusat kuliner. Ia pun memberikan peringatan keras kepada para jukir agar tetap bekerja sesuai aturan yang berlaku.
Baca Juga: Perantau Wonogiri Diprediksi Mulai Pulang 17 Maret, Pemkab dan Polisi Siapkan Rekayasa Lalin
“Kami imbau agar para petugas parkir bisa melaksanakan tugas dengan baik. Memasang tarif sesuai ketentuan dan mengelola parkir sesuai kapasitas. Kalau ada parkir di atas ketentuan, silakan laporkan ke petugas dan langsung akan ditindak,” tegas Taufiq.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi dalam rapat koordinasi kesiapan Lebaran 2026, meminta seluruh jajaran terkait untuk menjaga marwah Kota Solo sebagai destinasi yang ramah dan tertib. Respati menekankan pentingnya aspek visual dan integritas para jukir di lapangan sebagai garda depan pelayanan publik.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik 2026, Hampir 900 Ribu Kendaraan Diprediksi Lintasi Boyolali
“Untuk Dishub perhatikan kerapian jukir, setidaknya dengan penyeragaman yang baik. Jika ada pelanggaran ditertibkan, jangan sampai ada lonjakan tarif parkir dan pungli. Kita ingin masyarakat yang berada di Solo merasa nyaman,” kata Wali Kota Respati. Melalui pengawasan melekat ini, Pemkot Solo berharap ekosistem parkir selama Lebaran tetap kondusif dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di Kota Bengawan. (ves)
Editor : Kabun Triyatno