RADARSOLO.COM – Menyongsong arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 2026, jajaran kepolisian di Kota Solo telah menyiagakan pengamanan ekstra melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.
Hampir 1.000 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diterjunkan untuk mengawal kelancaran lalu lintas serta menjamin keamanan jutaan pemudik yang diprediksi akan melintasi wilayah aglomerasi Solo Raya.
Baca Juga: Akui Salah Penelitian, Tersangka Kasus Ijazah Palsu Rismon Sianipar Pilih Berdamai dengan Jokowi
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menjelaskan bahwa operasi tahun ini mengedepankan pendekatan hospitality dan safety. Salah satu inovasi utama yang diandalkan adalah layanan SIPOLAN (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas) dari Polda Jawa Tengah.
Melalui pemindaian barcode yang tersebar di terminal, stasiun, hingga tempat wisata, pemudik dapat mengakses informasi real-time mulai dari jalur alternatif, lokasi pos pengamanan, hingga bantuan darurat.
“Masyarakat bisa menyampaikan keluhan, misalnya jika mengalami masalah kendaraan seperti ban bocor atau kesulitan mencari BBM, nanti akan langsung difasilitasi dan ditindaklanjuti melalui layanan tersebut. Kami ingin para pengemudi yang melintas di Solo merasa nyaman dan aman sehingga bisa menikmati perjalanan ke kampung halaman,” ujar Catur, Kamis (12/3).
Mengingat ruas jalan di Kota Solo tidak bertambah sementara jumlah kendaraan diprediksi melonjak tajam, pihak kepolisian akan menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan, terutama di kawasan wisata religi dan pusat kuliner pada jam-jam padat.
Senada dengan Kapolresta, Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan kesiapan penuh jajaran pemerintah daerah untuk menyambut para pemudik. Sebagai salah satu destinasi transit favorit di Jawa Tengah, Pemkot Solo telah menyiapkan sejumlah masjid sebagai lokasi transit resmi serta kantor-kantor kecamatan yang difungsikan sebagai rest area sementara.
“Dalam Operasi Ketupat 2026, akan ada perpindahan masyarakat dalam jumlah besar. Kami telah menyiapkan masjid transit dan rest area agar para pemudik dapat beristirahat dengan nyaman,” kata Respati.
Selain infrastruktur fisik, Wali Kota juga memberikan perhatian khusus pada sektor pariwisata dan kuliner. Ia menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan dan stabilitas harga guna mencegah praktik "nuthuk" (menaikkan harga secara tidak wajar).
“Saya mengimbau masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online, juru parkir, hingga pedagang, mari menyambut tamu-tamu kita dengan baik. Semoga mereka senang berada di Solo sehingga berdampak positif bagi pariwisata ke depan,” pungkas Respati.
Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu mewujudkan mudik Lebaran 2026 yang lancar, aman, dan meninggalkan kesan positif bagi setiap pendatang yang singgah di Kota Bengawan. (atn)
Editor : Kabun Triyatno