Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siap-siap! Gelombang Pertama Mudik Lebaran 2026 Masuk Solo Akhir Pekan Ini

Silvester Kurniawan • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:04 WIB

Arus mudik di Tol Solo-Semarang masih normal, Jumat (13/3/2026). (Arief Budiman/Radar Solo)
Arus mudik di Tol Solo-Semarang masih normal, Jumat (13/3/2026). (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Gelombang awal arus mudik Lebaran 2026 diprediksi mulai membanjiri Kota Solo pada akhir pekan ini, Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Pergerakan ini menjadi pembuka Masa Angkutan Lebaran yang telah ditetapkan pemerintah berlangsung sejak 13 hingga 29 Maret mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufiq Muhammad menjelaskan bahwa meskipun arus mulai merangkak naik akhir pekan ini, puncak kepadatan pemudik diperkirakan baru akan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3), atau beberapa hari menjelang Idulfitri.

Baca Juga: Polisi Petakan Titik Lelah Tol Boyolali Berada di Rentang Km 475 hingga Km 490

"Berkaitan dengan Masa Angkutan Lebaran tahun ini yang dimulai dari Jumat (13/3) ini, kami memperkirakan pergerakan arus mudik yang pertama terlihat akan terjadi pada akhir pekan ini," ujar Taufiq, Jumat (13/3/2026).

Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas di jalur utama kota, Dishub mengambil kebijakan strategis dengan meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi serta Zona Olahraga Manahan pada Minggu (15/3) dan Minggu (22/3).

Baca Juga: Bukan Sekadar Transportasi, Inilah 5 Bus Raja Aspal Solo-Jogja yang Jadi Saksi Bisu Perjuangan Kaum Pelaju

Langkah ini diambil karena Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Adi Sucipto merupakan urat nadi transportasi yang krusial bagi pemudik maupun warga lokal saat hari raya.

"Dua kali ditiadakan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. CFD akan dibuka kembali pada Minggu (29/3) saat arus mulai beranjak normal," jelas Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta, Andri.

Baca Juga: Inilah 5 Bus Legendaris Wonogiri Andalan Para Pahlawan Bakso yang Kini Tinggal Kenangan

Dishub Solo memprediksi adanya kenaikan jumlah kendaraan sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu, yang mencatatkan pergerakan 7,5 juta orang selama masa angkutan Lebaran. Untuk mengantisipasi kemacetan, sejumlah titik rawan telah dipetakan, antara lain:

Baca Juga: Surga Bahari yang Tersembunyi: Intip 10 Pantai Hidden Gem Wonogiri untuk Rehat dari Hiruk Pikuk Kota

Taufiq menambahkan, kepadatan di dalam kota biasanya mencapai titik tertinggi pada H+1 dan H+2 Lebaran, di mana masyarakat mulai memadati objek wisata dan lokasi kuliner. Untuk mengatasinya, Dishub menyiagakan penuh CC Room guna intervensi APILL (traffic light) secara real-time, Tim Patroli Perparkiran, serta Tim Siaga Derek.

"Petugas kami siagakan di lokasi dengan pendampingan TNI-Polri. Arus balik sendiri diperkirakan mulai terlihat pada Selasa (24/3) dan akan berangsur normal pada akhir pekan penutupan masa angkutan Lebaran," pungkas Taufiq. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#lebaran #kendaraan #lalu lintas #Solo Safari #Car Free Day #arus mudik lebaran #Masjid Raya Sheikh Zayed #pasar klewer