RADARSOLO.COM – Gelombang akhir kedatangan pemudik di Kota Solo diprediksi masih akan terus mengalir hingga Kamis (19/3) malam. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta mencatat pergerakan kendaraan pribadi maupun angkutan penumpang dari luar daerah kini mulai mendominasi wajah lalu lintas di Kota Bengawan seiring dimulainya masa libur panjang dan cuti bersama.
Berdasarkan data traffic counting, volume kendaraan pada H-4 Lebaran atau Senin (16/3) telah menembus angka 595.464 unit, sementara pada H-3 atau Selasa (17/3) tercatat sebanyak 580.944 unit. Angka ini menunjukkan tren kenaikan volume kendaraan yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Lebaran 2025 lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Taufiq Muhammad, menjelaskan bahwa pergerakan puncak arus masuk sebenarnya sudah mulai pecah sejak awal pekan ini. Namun, sisa gelombang pemudik diperkirakan masih akan melintas atau masuk ke Solo hingga satu hari menjelang hari raya.
"Pergerakan pemudik untuk datang atau sekadar melintas di Solo kemungkinan masih akan terlihat sampai Kamis (19/3) malam," ujar Taufiq, Rabu (18/3).
Baca Juga: Inilah 5 Bus Legendaris Wonogiri Andalan Para Pahlawan Bakso yang Kini Tinggal Kenangan
Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta, Andri Wahyudi, menyoroti adanya fenomena pergeseran titik kepadatan di dalam kota. Jika pada hari-hari sebelumnya arus lokal mendominasi pusat perbelanjaan modern (mal) untuk berburu kebutuhan sandang, kini fokus kepadatan berpindah ke sektor kebutuhan pokok.
Fokus kepadatan berada di kawasan pasar-pasar tradisional (seperti Pasar Gede dan Pasar Legi) untuk menyiapkan bahan makanan hari raya. Kepadatan diprediksi akan bergeser ke objek wisata dan pusat kuliner khas Solo.
Seiring dimulainya cuti bersama yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada Rabu (18/3) ini, kendaraan bernopol luar kota (plat B, L, F, hingga D) semakin masif berseliweran. Pintu-pintu masuk kota yang bersinggungan dengan akses Tol Trans Jawa menjadi titik pantauan utama petugas.
Guna menjaga kelancaran arus, Dishub Solo terus mengoptimalkan pemantauan melalui sistem CCTV di Area Traffic Control System (ATCS) dan alat deteksi lalu lintas lainnya. "Kami terus melakukan pemantauan di berbagai titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan secara real-time," tutup Andri.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan bersabar, mengingat volume kendaraan di dalam kota diprediksi akan berada pada titik tertingginya dalam kurun 24 jam ke depan. (ves)
Editor : Kabun Triyatno