RADARSOLO.COM - Usai perayaan Idulfitri, geliat wisata kembali hidup di Kota Solo.
Sejumlah toko oleh-oleh diserbu pengunjung yang memanfaatkan sisa waktu liburnya untuk berburu buah tangan.
Salah satu yang cukup ramai dikunjungi adalah Toko Abon Mesran.
Hari pertama buka setelah libur Lebaran, toko ini sudah dipenuhi pembeli dari berbagai daerah, terutama luar kota.
Salah satu pengunjung, Ina Rahmawati asal Jakarta mengaku, sengaja datang untuk membeli oleh-oleh sebelum kembali bekerja.
Ia ingin membawa buah tangan untuk keluarga, tetangga, hingga rekan kerja di ibu kota.
"Saya cari keripik buat tetangga dan teman kerja karena besok sudah mulai masuk kerja. Ini juga saya beli bakpia khas Solo untuk tambahan oleh-oleh," ujarnya, Senin (23/3).
Hal senada disampaikan Sriyanti, warga asli Solo yang kini menetap di Jakarta.
Setiap pulang kampung, ia selalu menyempatkan diri membeli oleh-oleh khas Solo yang sulit ditemukan di perantauan.
"Saya sengaja cari ampyang sama sambel pecel untuk dibawa ke Jakarta. Di sana belum nemu rasa sambel pecel seperti di Solo, manisnya khas dan enak," katanya.
Menurutnya, cita rasa lokal menjadi alasan utama ia selalu berburu oleh-oleh setiap mudik.
Sementara itu, pemilik Toko Abon Mesran Sarwiningsih mengungkapkan, berbagai produk olahan menjadi favorit pembeli.
Mulai dari abon, serundeng, paru, usus, ceker, hingga olahan belut menjadi incaran.
Selain itu, makanan khas seperti sosis Solo juga banyak diminati pengunjung.
"Pengunjung paling banyak cari abon, serundeng, keripik paru, usus, ceker, belut ada juga banyak yang cari sosis solo," jelasnya.
Ia mengatakan, pada hari pertama buka sstelah lebaran, toko ini langsung dipenuhi pelanggan.
Dalam satu hari, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang.
Namun demikian, jika dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat keramaian tahun ini sedikit menurun.
“Masih ramai, tapi memang lebih ramai tahun kemarin. Mungkin karena libur lebaran kemarin waktunya lebih panjang,” ungkapnya.
Sarwiningsih merasa tahun ini masa libur relatif singkat, hanya sekitar dua hingga tiga hari setelah lebaran.
Hal tersebut turut memengaruhi jumlah kunjungan pembeli yang datang ke toko oleh-oleh.
Untuk menjaga ketersediaan produk, pihaknya mengambil stok dari berbagai daerah di sekitar Solo, Salatiga, Karanganyar, dan Semarang.
Dengan demikian, pilihan produk tetap beragam dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tetap menjaga kestabilan harga di tengah tingginya permintaan.
“Kami mematuhi aturan pemerintah untuk tidak menaikkan harga jual. Semua harga di sini tetap sama setiap hari,” tegasnya. (alf)
Editor : Nur Pramudito